SPBU Vivo Jabodetabek Tutup Sementara Akibat Pembatasan Kuota Harian

SPBU Vivo Jabodetabek Tutup Sementara Akibat Pembatasan Kuota Harian
Foto: Ilustrasi SPBU Vivo Jabodetabek Tutup Sementara Akibat Pembatasan Kuota Harian.

Aktivitas pengisian bahan bakar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo wilayah Jabodetabek dilaporkan terhenti sementara sejak Mei 2026. Kondisi ini memicu keluhan dari para pelanggan yang tidak bisa mendapatkan layanan pengisian BBM di berbagai outlet perusahaan tersebut.

Dilansir dari Suara, ketidaktersediaan stok BBM jenis Ron 92 menjadi salah satu poin utama yang dikeluhkan masyarakat. Selain itu, muncul isu mengenai adanya kebijakan pembatasan kuota penjualan harian di beberapa titik operasional.

Kekecewaan para pengguna terlihat jelas pada kolom komentar akun Instagram resmi perusahaan di @spbuvivo. Mereka melaporkan bahwa beberapa outlet sering kali mengalami status pemeliharaan atau maintenance sehingga tidak bisa melayani kendaraan.

"Min, outletnya di sekitar Bintaro dan Karawaci kenapa maintenance terus? Repot jadinya mau isi mobil dan motor," tulis salah satu netizen.

Keluhan lain juga datang dari konsumen yang menyoroti ketersediaan data stok pada sistem digital. Pengguna berharap adanya pembaruan informasi yang lebih cepat agar mereka tidak terjebak mendatangi lokasi yang stoknya sudah habis.

"Tolong, kalau emang Ron 92-nya sekarang dibatesin, website ketersediaan stoknya di-update lagi per hari atau per jam, biar kita tahu SPBU daerah mana yang tersedia," tulis netizen lainnya.

Muncul dugaan bahwa penutupan operasional di siang hari berkaitan dengan strategi efisiensi energi. Seorang netizen membagikan pengalamannya saat mengunjungi lokasi di wilayah Limo yang tutup sebelum waktu magrib.

"Minggu lalu aku ke Vivo Limo, pas aku masuk sebelum magrib langsung ditutup pagarnya. Terus aku tanya-tanya mas operatornya. Katanya kuotanya dibatasi, ada target penjualan per hari (bentuk efisiensi energi)," tulis netizen tersebut.

Menurut keterangan operator tersebut, jika target pembelian pada hari itu sudah tercapai, maka outlet akan ditutup dan baru dibuka kembali keesokan paginya. Hal ini menunjukkan adanya pembatasan volume penjualan per hari.

Pantauan lapangan di wilayah Jakarta pada Selasa (12/5/2026) menunjukkan dua titik SPBU Vivo tidak menunjukkan aktivitas operasional. Lokasi pertama berada di Jalan Letjen M.T. Haryono, Tebet, Jakarta Selatan.

Akses masuk dan keluar di lokasi tersebut dipasangi pagar berwarna merah-putih sekitar pukul 11.24 WIB. Tidak terlihat ada petugas maupun kendaraan yang melakukan pengisian, bahkan papan daftar harga elektronik dalam kondisi mati total.

Situasi serupa ditemukan di SPBU Vivo Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan. Lokasi ini juga dipagari dan tidak melayani pengisian BBM bagi kendaraan bermotor dengan kondisi papan elektronik yang padam.

Data pada laman resmi perusahaan juga tidak memberikan informasi terkini bagi konsumen. Berdasarkan penelusuran, informasi ketersediaan stok terakhir kali diperbarui pada 31 Maret pukul 16.00 WIB, atau jauh sebelum laporan penutupan ini marak terjadi.

Artikel terkait

Rekomendasi