Rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX mengungkap fakta mengejutkan mengenai aset digital perusahaan. Perusahaan dirgantara milik Elon Musk tersebut tercatat menggenggam 18.712 Bitcoin.
Aset kripto tersebut bernilai sekitar US$ 1,29 miliar atau setara dengan Rp 23 triliun pada akhir kuartal pertama tahun 2026. Informasi ini termuat dalam dokumen pengajuan IPO yang diserahkan kepada regulator pasar modal Amerika Serikat, dikutip dari Investortrust.
Melalui dokumen S-1 yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission, SpaceX mengonfirmasi kesiapan untuk melantai di bursa saham pada bulan depan. Langkah korporasi ini diproyeksikan menjadi salah satu aksi penawaran saham terbesar dalam sejarah pasar modal global.
Lonjakan harga Bitcoin yang saat ini melampaui angka US$ 77.000 membuat nilai portofolio kripto SpaceX ikut terkerek naik. Valuasi kepemilikan aset digital perusahaan tersebut kini ditaksir telah mendekati US$ 1,45 miliar.
Akumulasi aset ini memosisikan SpaceX sebagai salah satu entitas korporasi dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Sebagai perbandingan, Tesla yang juga dikendalikan Elon Musk menguasai 11.509 Bitcoin, sementara Strategy milik Michael Saylor masih mendominasi pasar korporasi dengan koleksi lebih dari 843 ribu Bitcoin.
Dalam proses go public ini, SpaceX menargetkan kapitalisasi pasar yang sangat masif. Perusahaan membidik angka valuasi di atas US$ 1,5 triliun, bahkan berpeluang menyentuh angka US$ 2 triliun.
Apabila target tersebut terealisasi, SpaceX akan langsung menembus jajaran 10 perusahaan publik paling bernilai di dunia. Posisi tersebut bakal menyandingkan perusahaan roket ini dengan raksasa teknologi lain seperti Apple, Microsoft, dan NVIDIA.
Aksi korporasi ini juga berpotensi memecahkan rekor global yang selama ini dipegang oleh raksasa minyak Timur Tengah. Pencatatan saham SpaceX diperkirakan mampu melampaui rekor IPO Saudi Aramco pada tahun 2020 silam.
Saat melantai di bursa, Saudi Aramco berhasil menggalang dana segar sebesar US$ 29,4 miliar. Pada saat itu, perusahaan minyak tersebut mencatatkan nilai valuasi korporasi sekitar US$ 1,7 triliun.
Pertumbuhan Kinerja Keuangan dan Dampak Pasar
Laporan keuangan dalam berkas IPO menunjukkan kurva pertumbuhan yang positif. SpaceX membukukan pendapatan sebesar US$ 18,7 milar sepanjang tahun 2025, naik signifikan dibandingkan perolehan tahun 2024 yang bernilai US$ 14 miliar.
Sektor peluncuran roket komersial serta ekspansi jaringan internet satelit Starlink menjadi mesin utama penggerak pendapatan tersebut. Selain itu, perusahaan mulai membuka peta jalan ekspansi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai memiliki pangsa pasar bernilai triliunan dolar.
Langkah SpaceX menuju bursa saham diprediksi bakal memengaruhi peta likuiditas global. Analis menilai momentum ini dapat mengubah arah aliran dana pada instrumen aset berisiko, termasuk pasar kripto.
Dampak ini berpotensi semakin besar karena terjadi bersamaan dengan persiapan IPO dua raksasa AI, OpenAI dan Anthropic. Fenomena ini diperkirakan memicu para investor untuk memindahkan sebagian likuiditas dari ranah aset digital menuju saham-saham teknologi besar yang baru melantai di bursa.