Sopir Taksi Selamat Sebelum Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi

Sopir Taksi Selamat Sebelum Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi
Foto: Ilustrasi Sopir Taksi Selamat Sebelum Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi.

Seorang pengemudi taksi Green SM dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum rangkaian kereta api menabrak kendaraannya di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa sopir tersebut sudah berada di area aman ketika benturan keras terjadi.

Kepastian mengenai posisi pengemudi ini mengakhiri spekulasi publik terkait nasib sopir taksi yang terlibat dalam insiden awal sebelum kecelakaan beruntun KRL, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Relawan pelintasan setempat mengonfirmasi bahwa pengemudi keluar dari mobil setelah kendaraan tersebut mogok di tengah rel.

"Itu sopir keluar, duduk di pinggir pas kecelakan itu," ujar Askhin Burhan, relawan pelintasan.

Askhin menjelaskan kronologi bermula ketika taksi tersebut tetap melaju meskipun warga sekitar telah menutup palang pintu perlintasan. Mobil tersebut kemudian mengalami mati mesin tepat di tengah jalur kereta api dan tidak dapat dievakuasi secara manual oleh warga yang mencoba membantu.

"Iya kondisi palang sudah ditutup, tapi taksi maksa jalan, nerobos palang pintu, nah pas di tengah itu mogok," kata Askhin.

Upaya untuk mendorong mobil keluar dari lintasan menemui kegagalan sebelum KRL yang melintas menghantam badan kendaraan. Sopir taksi dilaporkan sempat menyelamatkan diri dengan keluar dari kabin kemudi dan menunggu di pinggir perlintasan tepat sebelum tabrakan terjadi.

Kondisi jalur di area tersebut diakui oleh warga setempat, Nanang, memang memiliki frekuensi perjalanan kereta yang sangat tinggi. Menurutnya, kereta melintas setiap lima menit sekali pada jam sibuk, namun kecelakaan besar tergolong jarang terjadi di titik tersebut.

"Lima menit sekali aktif dia (kereta) kalau lagi jam-jam kerja. Jam sibuk, jam pulang kerja udah tuh, sering," ujar Nanang.

Nanang menambahkan bahwa insiden serupa terakhir kali terjadi sekitar tiga tahun lalu yang melibatkan sebuah truk. Ia juga menyebutkan kendala teknis kendaraan yang mati di tengah rel bukan merupakan kejadian pertama di lokasi tersebut.

"Kecelakaan jarang, itu sudah tiga tahun lalu, pas kejadian sama sering mati di tengah," ucap Nanang.

Peristiwa tertabraknya taksi ini diduga menjadi pemicu rangkaian kecelakaan yang lebih fatal melibatkan KRL nomor PLB 5568A jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi pukul 20.52 WIB. Tabrakan di emplasemen Stasiun Bekasi Timur tersebut mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal dunia.

Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat, sementara puluhan korban luka-luka masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Bekasi. Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan keterkaitan antara insiden taksi mogok dengan kecelakaan besar yang menyusul kemudian.

Artikel terkait

Rekomendasi