Sony Proyeksikan Laba Gaming Naik 30 Persen Meski Penjualan PS5 Turun

Sony Proyeksikan Laba Gaming Naik 30 Persen Meski Penjualan PS5 Turun
Foto: Ilustrasi Sony Proyeksikan Laba Gaming Naik 30 Persen Meski Penjualan PS5 Turun.

Sony menghadapi tantangan besar setelah terpaksa menaikkan harga konsol PlayStation 5 sebanyak dua kali dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Langkah ini diambil akibat krisis memori global yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada performa pasar, di mana penjualan PS5 tercatat mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini menjadi sorotan dalam laporan keuangan terbaru raksasa teknologi asal Jepang tersebut.

Dilansir dari Detik iNET, Sony hanya berhasil menjual 1,5 juta unit PS5 pada kuartal fiskal keempat. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 46% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,8 juta unit.

Kondisi pasar yang menantang membuat Sony merilis proyeksi kurang positif untuk pendapatan divisi gaming pada tahun 2026. Perusahaan memperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan sekitar 6% pada sektor tersebut.

Meskipun menghadapi tekanan pada volume penjualan perangkat keras, pemasukan divisi gaming Sony untuk keseluruhan tahun 2025 tercatat sedikit meningkat. Angka pendapatan mencapai 4,69 triliun yen, naik tipis dari 4,67 triliun yen pada tahun sebelumnya.

Pendapatan operasional perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 12% menjadi 463,3 miliar yen. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh performa positif dari layanan digital PlayStation Network.

Namun, keuntungan perusahaan sempat terbebani oleh masalah internal tahun lalu. Sony mengalami kerugian akibat penurunan nilai aset Bungie yang dipicu oleh performa penjualan gim Destiny 2 yang tidak sesuai ekspektasi pasar.

Optimisme Laba dan Persiapan Generasi Mendatang

Sony tetap optimis menatap tahun fiskal selanjutnya dengan proyeksi kenaikan laba hingga 30%. Keyakinan ini didasari oleh hilangnya beban biaya aset Bungie dan ekspektasi peluncuran gim besar seperti Grand Theft Auto VI, meskipun total pendapatan diprediksi turun.

Di sisi lain, Sony mulai mengalokasikan investasi besar untuk pengembangan konsol generasi selanjutnya yang dirumorkan bernama PlayStation 6. Biaya pengembangan PS6 diindikasikan akan meningkat dan berpotensi memengaruhi laba jangka pendek.

"Proyeksi pendapatan operasional FY26 pada dasarnya stagnan dibandingkan tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh dimasukkannya peningkatan investasi untuk platform generasi berikutnya," kata Sony.

Keberhasilan target penjualan ini masih sangat bergantung pada ketersediaan komponen memori di pasar global. Sony mengklaim telah mengamankan pasokan memori minimum untuk mendukung produksi PS5 hingga musim libur akhir tahun 2026.

"Kami berencana untuk mendasarkan penjualan perangkat keras PS5 untuk FY26 berdasarkan volume memori yang bisa kita dapatkan dengan harga terjangkau dan kami memperkirakan profitabilitas hardware yang sama seperti FY25," kata Sony.

Artikel terkait

Rekomendasi