PT Solusi Sinergi Digital Tbk resmi meluncurkan layanan broadband murah bernama Internet Rakyat (IRA) berkecepatan 100 Mbps seharga Rp100.000 per bulan di Jakarta pada Selasa untuk memperluas akses digital bagi pelaku usaha kecil, pelajar, dan guru, dilansir dari Investortrust.
Langkah agresif emiten berkode saham WIFI dalam menyediakan infrastruktur pita lebar ini mendapat dukungan penuh dari pengusaha Hashim Djojohadikusumo yang menjabat di dalam dewan pemegang saham perusahaan.
"This could become a game changer and, in my view, one of the key drivers of IndonesiaÔÇÖs economic growth," kata Hashim Djojohadikusumo, Dewan Pemegang Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Hashim menjelaskan bahwa penetrasi internet yang terjangkau dapat mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) nasional merujuk pada hasil studi dari firma konsultan McKinsey.
"It has been proven," kata Hashim Djojohadikusumo, Dewan Pemegang Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
"Every 10% of a countryÔÇÖs population gaining access to affordable and efficient internet can boost annual economic growth by 0.7% to 1.3%," kata Hashim Djojohadikusumo, Dewan Pemegang Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Inisiatif penyediaan internet hemat ini juga dirancang sejalan dengan agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada perluasan infrastruktur dan inklusi digital. Terkait ekspansi pasar, perusahaan menetapkan target jangkauan yang masif untuk masa depan.
"Surge is ready this year to install services for 5 million customers, and hopefully later 10 million," kata Hashim Djojohadikusumo, Dewan Pemegang Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Selain target pelanggan, Hashim memberikan gambaran mengenai nilai ekonomis dari layanan internet tak terbatas berkecepatan 100 Mbps ini bagi masyarakat Indonesia.
"With speeds of 100 Mbps, it costs only about three packs of cigarettes," kata Hashim Djojohadikusumo, Dewan Pemegang Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Penggelaran jaringan IRA Regional-1 saat ini telah mengoperasikan lebih dari 550 situs telekomunikasi aktif dan 3.189 unit radio di 82 kota serta kabupaten yang tersebar dari wilayah Jawa, Maluku, hingga Papua melalui anak usaha PT Telemedia Komunikasi Pratama.
"Internet access is no longer a luxury," kata Shannedy Ong, Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama.
"It is now a basic necessity that must be accessible to all," kata Shannedy Ong, Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama.
Ekspansi infrastruktur tersebut berjalan beriringan dengan lonjakan kinerja keuangan induk usaha yang membukukan laba bersih Rp408,6 miliar dan pendapatan Rp1,66 triliun pada tahun 2025.