SMIC Raih Keuntungan Besar dari Perpindahan Pesanan Chip Global ke China

SMIC Raih Keuntungan Besar dari Perpindahan Pesanan Chip Global ke China
Foto: Ilustrasi SMIC Raih Keuntungan Besar dari Perpindahan Pesanan Chip Global ke China.

Foundry domestik terbesar di China, SMIC, menjadi salah satu penerima manfaat utama dari fenomena perpindahan pesanan pesanan cip dari luar negeri yang berlangsung cukup luas. Seperti dilansir dari Internasional, Co-CEO SMIC Zhao Haijun menyebutkan bahwa perpindahan ini mencakup berbagai sektor dalam industri.

Menurut Zhao, China saat ini menawarkan kapasitas produksi yang lebih longgar dibandingkan sejumlah negara lain karena banyaknya proyek ekspansi pabrik semikonduktor yang tersedia. Kondisi tersebut menjadi daya tarik bagi pelanggan global untuk mencari alternatif produksi di China.

Ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga memberikan dampak signifikan bagi ekosistem ini. Booming AI tidak hanya menguntungkan produsen cip kelas atas, tetapi juga merombak rantai pasok industri semikonduktor secara menyeluruh.

Sejumlah produk yang sebelumnya diproduksi di fasilitas luar negeri kini mulai dialihkan ke pabrik-pabrik manufaktur di China. Di tengah kenaikan permintaan tersebut, SMIC secara agresif terus memperluas kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Pada kuartal pertama 2026, perusahaan tercatat menambah kapasitas setara dengan 9.000 wafer 12 inci. Namun, langkah ekspansi besar-besaran ini berimbas pada peningkatan beban biaya operasional perusahaan.

SMIC memproyeksikan beban depresiasi pada tahun ini akan melonjak sekitar 30% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada periode kuartal pertama saja, nilai depresiasi dan amortisasi sudah menunjukkan kenaikan sebesar 26% secara tahunan.

Meskipun beban biaya meningkat, tingkat utilisasi pabrik SMIC tetap berada di level yang tinggi. Pada kuartal pertama 2026, tingkat penggunaan fasilitas produksi mencapai 93%, walaupun angka ini mengalami sedikit penurunan dari kuartal sebelumnya.

Zhao menjelaskan bahwa penurunan utilisasi tersebut dipicu oleh pengurangan pesanan dari sektor smartphone pada akhir tahun lalu. Hal ini terjadi karena adanya kekhawatiran mengenai potensi kekurangan cip memori pendukung di pasar global.

Selain faktor pesanan ponsel, mulai beroperasinya sejumlah fasilitas fabrikasi baru turut meningkatkan total kapasitas perusahaan. Penambahan kapasitas total ini secara matematis membuat tingkat utilisasi terlihat lebih rendah dari periode sebelumnya.

Pasar domestik China tetap menjadi tulang punggung pendapatan SMIC dengan kontribusi mencapai 89% pada kuartal pertama. Sementara itu, pasar Amerika Serikat memberikan sumbangan pendapatan sekitar 9% bagi perusahaan.

Posisi strategis China dalam industri chip global diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan. Data dari Semicon China memproyeksikan pangsa kapasitas foundry China untuk chip teknologi 22 nanometer hingga 40 nanometer akan meningkat.

Pangsa pasar untuk kategori teknologi tersebut diprediksi naik menjadi 37% pada tahun ini dan akan menyentuh angka 41% pada tahun 2027. SMIC memandang bahwa tren pertumbuhan sektor AI masih akan terus berlanjut dalam jangka panjang.

Permintaan terhadap cip AI dan aplikasi edge computing yang terus tumbuh diperkirakan akan semakin menyerap kapasitas produksi secara global. Kondisi ini diprediksi akan mempersempit ruang bagi kapasitas produksi produk-produk non-AI di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi