Bank SMBC Indonesia Jual Portofolio Kredit Pensiunan Rp19,93 Triliun

Bank SMBC Indonesia Jual Portofolio Kredit Pensiunan Rp19,93 Triliun
Foto: Ilustrasi Bank SMBC Indonesia Jual Portofolio Kredit Pensiunan Rp19,93 Triliun.

PT Bank SMBC Indonesia Tbk resmi mengalihkan portofolio bisnis kredit pensiunan senilai Rp19,93 triliun kepada PT Bank Tabungan Negara (BTN) pada Jumat, 22 Mei 2026, guna melakukan penataan aset perseroan, seperti dilansir dari Keuangan.

Penandatanganan pengalihan portofolio pinjaman dan aset pinjaman dari emiten berkode saham BTPN tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 25 Mei 2026. Transaksi ini disepakati melalui skema dua perjanjian yang terintegrasi.

Perjanjian pertama adalah Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) untuk penjualan portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan yang dikelola oleh Taspen. Perjanjian kedua berupa Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) untuk pengalihan aset pinjaman pensiunan yang dikelola ASABRI serta dana pensiun lainnya.

Hubungan kepemilikan antara kedua belah pihak dipastikan tidak terikat dalam struktur afiliasi.

"Perseroan dengan pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi," tulis manajemen Bank SMBC Indonesia dalam keterbukaan informasi tersebut.

Nilai transaksi gabungan dari CPTA dan CLATA ini setara dengan 46,3 persen dari total ekuitas Bank SMBC Indonesia per 31 Desember 2025. Batasan nilai yang melebihi 20 persen ekuitas membuat kesepakatan ini masuk dalam kategori transaksi material berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kendati demikian, manajemen menegaskan bahwa agenda ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena telah mengacu pada ketentuan POJK 17/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Penilai independen dari KJPP Wawat Jatmika & Rekan juga telah menyatakan transaksi ini bernilai wajar.

Hasil akhir pelaksanaan transaksi material ini nantinya akan dicantumkan secara resmi oleh Bank SMBC Indonesia ke dalam laporan tahunan perseroan untuk tahun buku 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi