PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) memilih untuk fokus pada pengelolaan manajemen risiko dan pertumbuhan bisnis secara organik pada tahun ini ketimbang mematok target kenaikan kelas ke Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti atau KBMI IV.
Langkah strategis perbankan tersebut dilansir dari Keuangan pada Selasa (19/5/2026). Hingga periode kuartal pertama tahun ini, modal inti konsolidasi yang dimiliki oleh SMBC Indonesia tercatat berada di angka Rp 44,4 triliun, sedangkan syarat untuk masuk dalam kategori KBMI IV adalah minimal Rp 70 triliun.
Di sisi lain, laporan kinerja keuangan emiten berkode saham BTPN ini menunjukkan total aset perusahaan telah mencapai Rp 250 triliun pada kuartal I-2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,1 persen secara tahunan (yoy).
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar memberikan penjelasan mengenai kebijakan perseroan yang belum menjadikan perpindahan kelas perbankan tersebut sebagai prioritas kerja utama.
"Untuk naik kelas KBMI, secara organik kita akan capai," kata Henoch saat ditemui, Selasa (19/5/2026).
Menurut Henoch, kedisiplinan dalam mengelola risiko merupakan aspek krusial yang harus dijalankan oleh industri perbankan saat ini, terutama untuk menghadapi dinamika perekonomian global serta pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif.
"Kunci dari perbankan menurut kami adalah kemampuan memanage risiko karena biar bagaimanapun kita harus tetap bertumbuh di situasi apapun," ucapnya.
Guna menjaga stabilitas pertumbuhan usaha, manajemen kini mengarahkan operasional bank untuk memacu pendapatan berbasis komisi lewat perluasan layanan lindung nilai atau hedging bagi nasabah korporasi, serta melirik potensi pembiayaan pada sektor industri minyak dan gas.