Bank SMBC Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp 101,11 Miliar

Bank SMBC Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp 101,11 Miliar
Foto: Ilustrasi Bank SMBC Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp 101,11 Miliar.

PT Bank SMBC Indonesia Tbk menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 101,11 miliar dari perolehan laba tahun buku 2025. Dilansir dari Detik Finance, nilai ini setara dengan Rp 9,49 per lembar saham yang akan diterima oleh para pemegang saham.

Jumlah dividen yang dibayarkan tersebut mencakup sekitar 20 persen dari total laba bersih setelah pajak tahun 2025. Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp 505,56 miliar.

Keputusan pembagian keuntungan ini telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Manajemen menyatakan langkah ini diambil untuk menyeimbangkan antara imbal hasil bagi investor dan penguatan modal perusahaan.

Pihak perbankan tidak lagi menyisihkan dana cadangan wajib dari hasil laba tersebut. Hal ini dikarenakan SMBC Indonesia telah memenuhi batas minimum cadangan sebesar 20 persen dari modal disetor sesuai UU Nomor 40 Tahun 2007.

Sekitar 80 persen dari sisa laba bersih atau mayoritas pendapatan akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Strategi ini difokuskan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan serta memastikan struktur permodalan tetap sehat untuk rencana ekspansi.

"Pembagian dividen ini menjadi bagian dari komitmen SMBC Indonesia dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan," ujar Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar.

Pertumbuhan Aset dan Kinerja Operasional

Hingga pengujung 2025, total aset yang dikelola SMBC Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2 persen secara tahunan menjadi Rp 245,9 triliun. Capaian ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke depannya.

Dalam basis entitas induk saja (Bank Only), bank ini berhasil membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp 1,5 triliun sepanjang 2025. Performa ini didorong oleh model bisnis bank universal yang terdiversifikasi di berbagai segmen pasar.

Portofolio perusahaan mencakup layanan digital Jenius, pengelolaan kekayaan melalui Sinaya, hingga pembiayaan UMKM dan pensiunan. Sinergi juga diperkuat melalui anak usaha seperti PT Oto Multiartha, PT Summit Oto Finance, dan Bank BTPN Syariah.

Perubahan Jajaran Pengurus Perusahaan

Selain menetapkan dividen, RUPST juga menyepakati perubahan pada susunan manajemen perseroan. Pemegang saham mengangkat Emilya Tjahjadi sebagai Direktur baru dan Linus Ekabranko Windoe sebagai Komisaris Independen.

Penyegaran struktur pengurus ini bertujuan memperkuat operasional pada segmen wholesale banking serta commercial banking. Segmen tersebut tetap menjadi fokus utama dalam melayani korporasi nasional maupun entitas multinasional.

Manajemen menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan nasabah dengan prinsip kehati-hatian. Keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penguatan fondasi permodalan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik di industri perbankan.

Artikel terkait

Rekomendasi