Siswa MAN 1 Yogyakarta Lepas Peluang SNBP Demi SPAN PTKIN 2026

Siswa MAN 1 Yogyakarta Lepas Peluang SNBP Demi SPAN PTKIN 2026
Foto: Ilustrasi Siswa MAN 1 Yogyakarta Lepas Peluang SNBP Demi SPAN PTKIN 2026.

Seorang siswi berprestasi dari MAN 1 Yogyakarta, Haifa LuÔÇÖluÔÇÖah Zahro, mengambil langkah tidak biasa dengan melepas peluang besar pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Meski menyandang status sebagai peringkat pertama di kelasnya, ia justru memilih fokus pada jalur prestasi lainnya.

Keputusan matang tersebut diambil demi mengejar mimpi di jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) 2026. Seperti dilansir dari Edukasi, pilihan berani ini akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Haifa secara resmi dinyatakan lolos pada program studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui jalur SPAN PTKIN. Pilihan ini merupakan niat yang telah ia susun dengan sungguh-sungguh sejak awal masa pendaftaran.

"Karena prodi yang saya inginkan bisa didapatkan melalui SPAN PTKIN UIN Sunan Kalijaga," ujar Haifa dikutip dari laman MAN 1 Yogyakarta, Kamis (9/5/2026).

Keputusan ini mempertegas perbedaan antara dua jalur masuk perguruan tinggi tersebut. SNBP ditujukan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) umum di bawah Kemendikti, sementara SPAN PTKIN dikelola oleh Kemenag khusus untuk lingkungan UIN, IAIN, dan STAIN.

Pergeseran Pilihan dari UGM ke UIN

Sebelum memantapkan hati, siswi kelas XII PK2 ini sempat memiliki rencana untuk membidik jurusan Sastra Arab di Universitas Gadjah Mada (UGM) lewat jalur SNBP. Secara akademis, peluang Haifa untuk diterima di kampus tersebut sangat besar mengingat statusnya sebagai siswa eligible.

Namun, menjelang momen krusial pengumuman siswa eligible, keyakinannya mulai berubah. Ia merasa panggilan jiwanya lebih condong ke arah pendidikan dibandingkan dengan sastra murni.

"Seiring mendekati pengumuman eligible, hati saya semakin mantap untuk mengambil Pendidikan Bahasa Arab. Saya akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari SNBP dan memilih SPAN PTKIN," ungkap Haifa.

Prinsip Berbagi Kesempatan dengan Teman Sejawat

Di balik pencapaiannya, terselip kerelaan untuk memberikan ruang bagi orang lain. Dengan menarik diri dari persaingan SNBP, Haifa secara otomatis memberikan kesempatan kepada rekan sekolahnya yang lain untuk mengisi kuota siswa eligible tersebut.

Ia memandang bahwa rezeki setiap orang telah diatur dan tidak akan tertukar. Baginya, tantangan paling berat bukan terletak pada urusan teknis pendaftaran, melainkan pada keteguhan hati dalam memilih satu jalan hidup.

"Tantangan terbesarnya justru memantapkan hati agar tetap pada satu pilihan," katanya.

Fokus pada Dunia Pendidikan

Keinginan Haifa untuk terjun langsung ke dunia pendidikan menjadi motivasi utama di balik pemilihan jurusan ini. Ia menilai bahwa Pendidikan Bahasa Arab adalah fondasi yang tepat untuk mengawali kariernya di masa depan.

Langkah yang diambil Haifa menunjukkan perspektif berbeda di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi. Ia memilih untuk tidak bersikap egois dengan mencoba semua jalur sekaligus.

"Berikhtiar lah sebesar kemampuanmu untuk meraih impian, dan jangan lupa selalu libatkan Allah dalam setiap langkah," tutur Haifa memberikan pesan bagi sesama pejuang masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi