Asuransi Sinar Mas Perkuat Tata Kelola Tanggapi Aturan Kesehatan Baru

Asuransi Sinar Mas Perkuat Tata Kelola Tanggapi Aturan Kesehatan Baru
Foto: Ilustrasi Asuransi Sinar Mas Perkuat Tata Kelola Tanggapi Aturan Kesehatan Baru.

PT Asuransi Sinar Mas (ASM) tengah mematangkan penguatan kapabilitas internal perusahaan guna merespons penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 mengenai Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan pada Rabu (6/5/2026). Langkah strategis ini mencakup pembentukan dewan penasihat medis dan integrasi sistem digital.

Dilansir dari Finansial, regulasi baru tersebut dipandang sebagai upaya memperbaiki keberlanjutan industri. Direktur Asuransi Sinar Mas, Dumasi M. M. Samosir menjelaskan bahwa saat ini perusahaan memprioritaskan pembentukan Medical Advisory Board (MAB) demi menjamin kewajaran tindakan medis di lapangan.

"Dan mengembangkan sistem digital yang terintegrasi dengan rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi proses klaim, transparansi, serta mendukung pengendalian biaya medis," kata Dumasi, Direktur Asuransi Sinar Mas.

Terkait mekanisme pembagian risiko atau risk sharing, Dumasi menyebut penerapannya akan bergantung pada kebutuhan pasar karena aturan tersebut tidak bersifat wajib. Sementara itu, sinkronisasi manfaat antara asuransi tambahan dengan BPJS Kesehatan masih dalam tahap koordinasi antarpihak.

"Jadi, kami memandang bahwa POJK ini tetap memberikan arah yang positif bagi industri dalam jangka menengah hingga panjang, khususnya dalam mendorong penguatan tata kelola, transparansi, dan pengendalian biaya medis," tegas Dumasi, Direktur Asuransi Sinar Mas.

Manajemen ASM menilai pengendalian klaim memerlukan sinergi kebijakan yang lebih luas, terutama menyangkut standarisasi jalur klinis dan tarif layanan kesehatan. Dumasi berpendapat efektivitas penekanan biaya akan terlihat secara bertahap mengikuti kesiapan seluruh ekosistem kesehatan.

"Dampaknya terhadap penahanan laju klaim akan lebih terasa secara bertahap seiring kesiapan ekosistem," sebut Dumasi, Direktur Asuransi Sinar Mas.

Meskipun tantangan biaya medis meningkat, lini bisnis kesehatan ASM masih mencatatkan pertumbuhan surplus underwriting dibandingkan periode sebelumnya. Dumasi menekankan bahwa disiplin dalam pemilihan kepesertaan menjadi kunci menjaga portofolio tetap sehat.

"Kami sejak dulu memandang bahwa profitabilitas bisnis asuransi kesehatan menuntut pengelolaan yang lebih hati-hati, terutama dalam mengendalikan biaya medis dan menjaga kualitas portofolio. Itu sebabnya kami sangat selektif dalam memilih calon tertanggung perusahaan," ungkap Dumasi, Direktur Asuransi Sinar Mas.

Ada empat alasan utama ASM tetap konsisten memasarkan produk kesehatan, yakni statusnya sebagai kebutuhan dasar masyarakat dan kontribusi laba yang stabil melalui manajemen disiplin. Selain itu, produk ini menjadi bagian dari strategi ekosistem jangka panjang dan peluang peningkatan nilai layanan peserta.

"Ke depan, perusahaan akan terus fokus pada keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas, sehingga bisnis asuransi kesehatan dapat tetap berkelanjutan di tengah dinamika kenaikan biaya klaim," tutup Dumasi, Direktur Asuransi Sinar Mas.

Artikel terkait

Rekomendasi