Sinar Mas Segera Tuntaskan Akuisisi Hyundai LNG Shipping di Korea

Sinar Mas Segera Tuntaskan Akuisisi Hyundai LNG Shipping di Korea
Foto: Ilustrasi Sinar Mas Segera Tuntaskan Akuisisi Hyundai LNG Shipping di Korea.

Rencana akuisisi perusahaan pelayaran Hyundai LNG Shipping oleh Frontier Resources yang merupakan afiliasi Grup Sinar Mas dilaporkan memasuki babak akhir pada Rabu (6/5/2026). Peninjauan pemerintah Korea Selatan terhadap transaksi bernilai triliunan rupiah tersebut diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat.

Dilansir dari Ekonomi, konsorsium IMM Private Equity selaku pihak penjual menargetkan penyelesaian transaksi paling cepat pada akhir Mei atau awal Juni 2026. Langkah ini mengikuti progres positif dari dua prasyarat utama yang diawasi otoritas setempat.

Berdasarkan data industri perbankan investasi pada 4 Mei 2026, Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan tengah memfinalisasi peninjauan keamanan investasi asing. Secara bersamaan, Korea Fair Trade Commission juga sedang menyelesaikan tinjauan terkait penggabungan usaha tersebut.

Pasar memberikan proyeksi optimistis terhadap hasil peninjauan yang diperkirakan rilis pada pertengahan bulan ini. Hingga saat ini, belum ditemukan faktor krusial yang berpotensi membatalkan kesepakatan bisnis antara perusahaan Indonesia dan Korea Selatan tersebut.

Grup Sinar Mas juga dilaporkan telah mengajukan sejumlah persyaratan baru guna meredam kekhawatiran publik di Korea Selatan. Komitmen tersebut mencakup jaminan ketersediaan lapangan kerja serta perlindungan terhadap infrastruktur transportasi energi nasional negara tersebut.

Data perbankan pada 29 April 2026 mengonfirmasi bahwa Frontier Resources berkomitmen mempertahankan tenaga kerja yang ada. Selain itu, status Hyundai LNG sebagai perusahaan pelayaran nasional Korea Selatan akan tetap dijaga meskipun kepemilikan berpindah tangan.

Langkah strategis ini diambil setelah munculnya gelombang protes terkait potensi gangguan keamanan energi. Penjualan ini sebelumnya dikhawatirkan memicu pengambilalihan perusahaan infrastruktur energi lain oleh pihak asing serta ancaman pengurangan tenaga kerja di wilayah Busan.

Transaksi ini melibatkan penjualan 100 persen saham Aegis One, perusahaan induk Hyundai LNG Shipping, dengan nilai mencapai 3,8 triliun won atau setara Rp43,05 triliun. Nilai ekuitas bersih dalam kesepakatan ini ditaksir sebesar 400 miliar won atau sekitar Rp4,53 triliun.

Hyundai LNG Shipping saat ini mengoperasikan 12 kapal LNG dan 6 kapal LPG, menjadikannya operator kapal gas cair terbesar di Korea Selatan. Perusahaan tersebut memegang peran vital dengan menangani sekitar 25 hingga 30 persen volume gas impor domestik melalui kontrak jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi