Sinar Jaya Pilih Mercedes-Benz untuk Armada Premium Jarak Jauh

Sinar Jaya Pilih Mercedes-Benz untuk Armada Premium Jarak Jauh
Foto: Ilustrasi Sinar Jaya Pilih Mercedes-Benz untuk Armada Premium Jarak Jauh.

Kenyamanan armada menjadi prioritas utama bagi operator bus dalam memikat hati penumpang, khususnya untuk rute antarkota antarprovinsi jarak jauh. Seperti dilansir dari Otomotif, Perusahaan Otobus Sinar Jaya mengandalkan sasis asal Eropa, Mercedes-Benz, sebagai pilar utama lini kendaraan premium mereka.

Langkah ini diambil di tengah persaingan ketat industri transportasi darat, di mana banyak operator lain mulai beralih memamerkan merek Eropa alternatif seperti Scania atau Volvo. Perusahaan transportasi raksasa asal Bekasi, Jawa Barat tersebut tetap konsisten memprioritaskan pabrikan asal Jerman untuk unit kelas atasnya.

Hubungan kerja sama antara operator bus ini dengan Mercedes-Benz terhitung sebagai langkah baru jika melihat rekam jejak panjang mereka yang sebelumnya didominasi oleh pabrikan Jepang, Hino. Penggunaan sasis premium asal Jerman ini baru resmi dimulai pada tahun 2017.

Founder PO Sinar Jaya, Rasidin Karyana menceritakan kembali momen awal mula mereka mendatangkan sasis premium tersebut.

"Kita pakai Mercedes-Benz itu mulai tahun 2017. Waktu itu langsung pakai (tipe) 2542 double decker. Ada dua unit waktu itu," ujar Rasidin Karyana.

Keputusan untuk langsung mengoperasikan dua unit sasis tronton premium Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 tersebut menjadi titik awal. Sejak momen itu, kendaraan dengan logo bintang tiga tersebut terus bertambah dan mendominasi rute premium.

Kenyamanan Suspensi dan Citra Kemewahan

Karakteristik suspensi yang lembut menjadi alasan teknis utama di balik pemilihan ini. Karakter tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan penumpang yang sensitif terhadap guncangan selama perjalanan darat yang memakan waktu belasan jam.

Rasidin Karyana menjelaskan bahwa pemilihan Mercedes-Benz didasari atas kebutuhan penumpang yang menginginkan perjalanan yang minim guncangan.

"Permintaan penumpang itu kami melihat mereka memang mengharapkan menikmati perjalanan yang lembut. Untuk kendaraan yang nyaman, handal, lebih dinikmati perjalanannya," tutur Rasidin Karyana.

Selain faktor teknis, citra merek yang melekat pada nama besar Mercedes-Benz turut memengaruhi psikologis konsumen di Indonesia. Merek ini sudah identik dengan kemewahan serta kelas sosial tinggi di mata masyarakat.

"Toh ongkosnya juga sama dengan mereka naik bus merek lain. Tapi kalau dengan Mercedes-Benz, penumpang pasti akan cenderung pilih itu. Ketika penumpang masuk dan melihat busnya pakai Mercedes, itu langsung identik dengan kenyamanan dan kemewahan," tambah Rasidin Karyana.

Faktor kenyamanan ekstra tersebut membuat manajemen mengalokasikan armada ini khusus untuk trayek overland jarak jauh ke berbagai wilayah di Indonesia.

"Kita menyebar ya, beberapa melayani Surabaya, Malang. Bahkan sudah sampai ke Sumatera, ke Palembang dan Jambi, sampai ke Bali juga ada," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi