Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa jenjang SD dan SMP di seluruh Indonesia mulai 23 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.
Pelaksanaan simulasi dilakukan secara bertahap dan terpisah untuk setiap jenjang pendidikan sebagaimana dilansir dari Edukasi. Kelompok siswa SMP mendapatkan jadwal lebih awal dibandingkan kelompok siswa SD dalam rangkaian persiapan teknis tersebut.
"Simulasi TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan pada 23 Februari sampai dengan 1 Maret 2026, sementara simulasi jenjang SD akan berlangsung pada 2 sampai dengan 8 Maret 2026," tulis Kemendikdasmen melalui keterangan tertulis.
Pemerintah juga menyediakan platform digital seperti Ayo Coba TKA dan Ruang Murid di laman Rumah Pendidikan untuk mendukung persiapan mandiri. Fasilitas daring ini memungkinkan guru dan siswa mengakses contoh soal serta materi pendukung sesuai tingkatan kelas masing-masing.
Pendaftaran peserta TKA 2026 telah dibuka sejak 19 Januari hingga 28 Februari 2026, yang diikuti dengan agenda gladi bersih pada 9-17 Maret 2026. Pelaksanaan ujian utama bagi jenjang SMP ditetapkan pada 6-16 April 2026, sedangkan jenjang SD pada 20-30 April 2026.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa nilai TKA tidak akan memengaruhi status kelulusan siswa. Fokus utama asesmen ini adalah penyediaan data untuk evaluasi kualitas pembelajaran di sekolah.
"TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan obyektif. Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperbaiki proses pembelajaran," kata Toni.
Penilaian ini berfungsi sebagai instrumen untuk melihat tingkat kesiapan akademik murid sebelum melanjutkan pendidikan ke level berikutnya. Data yang terkumpul akan menjadi basis kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan pada skala nasional.
"Data TKA membantu kami memahami kondisi riil pembelajaran di lapangan. Dengan demikian, intervensi pendidikan yang dirancang dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan murid dan satuan pendidikan," jelas Toni.
Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti jadwal utama, pemerintah menyiapkan ujian susulan pada 11-17 Mei 2026. Pengolahan data hasil tes akan dilakukan pada 18-23 Mei 2026 sebelum diumumkan secara nasional pada 24 Mei 2026.