PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil memperkuat dominasinya dalam industri bahan bangunan ramah lingkungan dengan meraih lima sertifikat Green Label Indonesia. Pencapaian ini dilansir dari Suara, di mana emiten pelat merah tersebut mendapatkan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI).
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi SIG dalam memimpin pasar material bangunan rendah emisi di tanah air. Penghargaan tertinggi tersebut diberikan kepada lima pabrik utama yang dikelola oleh perseroan dan anak usahanya.
Daftar pabrik yang menerima sertifikat Platinum meliputi SIG Pabrik Tuban dan PT Semen Tonasa di Pangkep. Selain itu, tiga pabrik di bawah PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), yakni Pabrik Narogong, Cilacap, dan Lhoknga, juga turut menyabet predikat yang sama.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa pencapaian predikat Platinum ini memberikan semangat bagi perusahaan untuk terus melakukan inovasi. Fokus utama perseroan tetap pada pengembangan produk semen hijau dan berbagai produk turunannya.
"Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi oleh SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, tetapi juga membantu pelanggan untuk mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab," ujar Vita.
SIG secara berkesinambungan menerapkan prinsip keberlanjutan ke dalam lini bisnis utamanya. Strategi ini mencakup berbagai inisiatif hijau, mulai dari operasional pertambangan yang ramah lingkungan hingga pemanfaatan limbah sebagai energi alternatif.
Penerapan Teknologi AI dan Ekonomi Sirkular
Dalam proses produksinya, SIG kini mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi energi. Langkah ini dikombinasikan dengan prinsip ekonomi sirkular melalui penggunaan bahan bakar dari limbah untuk menekan dampak lingkungan.
Berbagai inovasi tersebut membuahkan hasil signifikan pada aspek lingkungan. Semen hijau yang diproduksi SIG saat ini terbukti mampu mengurangi emisi karbon hingga 38% jika dibandingkan dengan produk semen konvensional atau Ordinary Portland Cement (OPC).
Melalui terobosan teknologi ini, manajemen perusahaan berharap masyarakat dapat lebih selektif dan bijak dalam memilih material konstruksi. Penggunaan bahan bangunan yang tepat dinilai sangat krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem bumi dalam jangka panjang.
"Semen hijau SIG adalah solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon. Ini adalah buah karya anak bangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian bumi," kata Vita.