Shadow Esports Siap Adaptasi Tempo Permainan FFWS SEA 2026 Spring

Shadow Esports Siap Adaptasi Tempo Permainan FFWS SEA 2026 Spring
Foto: Ilustrasi Shadow Esports Siap Adaptasi Tempo Permainan FFWS SEA 2026 Spring.

Tim pendatang baru asal Indonesia, Shadow Esports, diprediksi akan menerapkan strategi adaptif pada pertandingan pembuka turnamen Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring yang dijadwalkan mulai bergulir pada Kamis, 24 April 2026. Prediksi ini merujuk pada kebutuhan tim untuk menyesuaikan diri dengan tempo permainan tim-tim Asia Tenggara lainnya sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Pelatih Bigetron by Vitality, Christian Jonathan, menilai tim asal Jakarta tersebut kemungkinan besar akan bermain lebih tenang guna menghindari konfrontasi awal di zona penurunan. Langkah ini dianggap krusial bagi tim yang baru menapaki kancah internasional.

"Shadow Esports mungkin membutuhkan week pertama untuk beradaptasi soal tempo permainan SEA teams. Selain mereka bermain aman menghindari perang dropzone di early, mungkin permainan pasif seperti booyah nya di FFNS Palembang match 1 kemarin akan mereka lakukan," kata pelatih Bigetron by Vitality, Christian Jonathan.

Pria yang akrab disapa Chrisjo tersebut mengamati bahwa Shadow Esports memiliki komposisi pemain yang unik dalam susunan timnya. Keunikan ini menjadi modal penting bagi mereka untuk bersaing di level regional.

"Shadow Esports mungkin membutuhkan week pertama untuk beradaptasi soal tempo permainan SEA teams. Selain mereka bermain aman menghindari perang dropzone di early, mungkin permainan pasif seperti booyah nya di FFNS Palembang match 1 kemarin akan mereka lakukan," kata pelatih Bigetron by Vitality, Christian Jonathan.

Chrisjo menjelaskan bahwa struktur tim Shadow Esports mengandalkan kombinasi antara satu penembak jitu dan tiga atau empat pemain penyerang. Penyesuaian strategi akhir akan menjadi kunci keberhasilan mereka di turnamen tersebut.

"Jadi tinggal mencari formula yang paling cocok yang akan mereka mainkan seharusnya," tambah Christian Jonathan.

Melalui karakteristik permainan tersebut, Christian Jonathan menyatakan optimisme bahwa perwakilan Indonesia mampu menembus babak final. Ia meyakini seluruh wakil tanah air memiliki peluang besar untuk melaju ke fase puncak kompetisi global tersebut.

"Menurut saya SE dan 4 tim Indonesia lainnya akan berada di Grand Final FFWS SEA SPRING 2026 dan juga EWC 2026," pungkas Christian Jonathan.

Format kompetisi akan diawali dengan babak Knockout Stage yang berlangsung selama empat pekan hingga 17 Mei 2026. Sebanyak 12 tim terbaik nantinya akan memperebutkan gelar juara di Military Zone 7 Stadium, Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 30-31 Mei 2026.

Indonesia mengirimkan lima tim terbaiknya dalam ajang ini yaitu Bigetron by Vitality, Onic, Evos Divine, RRQ Kazu, dan Shadow Esports. Seluruh tim akan bersaing ketat untuk memperebutkan tiket Grand Final sejak pekan ketiga babak kualifikasi.

Artikel terkait

Rekomendasi