Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyebut sertifikasi halal sebagai instrumen vital untuk memperkuat posisi industri tekstil Indonesia di pasar internasional. Penegasan ini disampaikan dalam seminar Textile Industry Seminar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026).
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menjelaskan bahwa standar halal telah bertransformasi menjadi bagian dari ekosistem industri global yang mengedepankan kualitas. Hal ini dilansir dari laporan Nasional mengenai upaya peningkatan nilai tambah produk barang gunaan di tanah air.
"Halal sudah menjadi industri dunia. Industri tekstil wajib memiliki sertifikat halal karena produknya bersentuhan langsung dengan tubuh kita," ujar Ahmad Haikal Hasan, Kepala BPJPH.
Haikal menambahkan bahwa kepatuhan terhadap aspek syariah melalui sertifikasi tersebut secara otomatis meningkatkan kepercayaan konsumen mancanegara terhadap produk lokal. Peluang penetrasi pasar global disebut akan terbuka lebih lebar bagi perusahaan yang sudah memenuhi kriteria halal.
"Industri tekstil Indonesia yang telah bersertifikat halal akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing secara global," tambah Ahmad Haikal Hasan, Kepala BPJPH.
Ketua Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Shobirin F Hamid menyatakan dukungannya terhadap regulasi wajib halal bagi produk tekstil yang beredar di pasar domestik. Menurutnya, langkah ini menjadi proteksi sekaligus penguat daya saing bagi para pelaku usaha nasional.
"Kami mendukung agar industri tekstil atau barang gunaan yang beredar di Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat halal. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing usaha," jelas Shobirin F Hamid, Ketua Ikatsi.
Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar memberikan sudut pandang tambahan mengenai relevansi halal dalam tren konsumsi masa kini. Ia menilai halal bukan lagi sekadar label keagamaan, melainkan standar gaya hidup yang mencakup berbagai parameter keunggulan produk.
"Halal harus menjadi lifestyle, karena di dalamnya mencakup aspek keindahan, kesehatan, kualitas, kreativitas, dan inovasi," jelas Sapta Nirwandar, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center.
Seminar yang menjadi bagian dari rangkaian pameran INDO INTERTEX ini juga melibatkan akademisi seperti Guru Besar Kimia Tekstil Politeknik STTT Bandung, Ida Nuramdhani. Para pelaku usaha tekstil dan garmen yang hadir memfokuskan diskusi pada strategi pengembangan bisnis berbasis standar halal.