PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menyelenggarakan webinar Sequis Empower Hours dengan tema Building Conscious Brands: Sustainability, Wellness, & Local Impact. Seperti dikutip dari Investor Daily, acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Sequis Shepreneur 2026.
Webinar tersebut diikuti oleh lebih dari 700 peserta yang mencakup perempuan wirausaha, pelaku usaha, serta perwakilan komunitas. Kegiatan ini berfokus pada pembahasan strategi membangun merek yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga mengutamakan nilai, dampak sosial, dan keberlanjutan jangka panjang.
Inisiatif Sequis Empower Hours dipersiapkan menyambut program utama Road to Sequis Shepreneur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026. Program khusus tersebut ditujukan bagi perempuan wirausaha terpilih guna memperkokoh kapasitas bisnis sekaligus memperluas literasi keuangan agar usaha mereka menjadi lebih adaptif.
Sesi diskusi webinar menghadirkan tiga perempuan wirausaha yang membagikan pengalaman seputar urgensi conscious branding demi menciptakan bisnis yang relevan. Salah satunya adalah Melie Indarto selaku Founder & Director KaIND.
Melie Indarto menjelaskan pengalamannya dalam mengembangkan lini fesyen berkelanjutan yang mengangkat wastra lokal berupa kain tenun, batik, serta bahan ramah lingkungan seperti sutra eri (peace silk). Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan nilai, narasi, dan kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar.
Selain strategi branding, ketahanan finansial turut disorot sebagai pilar utama dalam menjaga keberlanjutan sebuah usaha. Melalui program Sequis Shepreneur, para peserta dibimbing untuk mempraktikkan pengelolaan keuangan yang sehat sejak awal, termasuk disiplin memisahkan antara uang pribadi dan kas bisnis.
Business Development Sequis Life Christle Honora QWP® CFP® menerangkan bahwa kedisiplinan dalam merancang rencana keuangan menjadi kunci utama stabilitas usaha.
"Perencanaan keuangan yang terstruktur penting untuk membangun fondasi finansial yang kuat melalui pengelolaan arus kas, manajemen utang, dana darurat, proteksi, dan perencanaan jangka panjang," ujarnya.
Christle Honora menambahkan bahwa penerapan manajemen risiko yang matang secara langsung akan membantu para perempuan wirausaha dalam mengawal pertumbuhan bisnis agar tetap stabil, adaptif, serta berkelanjutan.