PT Semen Indonesia Tbk atau SIG diproyeksikan mampu mencetak pertumbuhan volume penjualan dan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun ini seiring dengan meningkatnya permintaan untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Dilansir dari Investortrust, kenaikan ini juga didukung oleh pola musiman menjelang akhir tahun dan kondisi cuaca kering yang menguntungkan proses konstruksi.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih, mengamati bahwa tren kenaikan penjualan semen sudah mulai terlihat sejak Agustus lalu. Penjualan pada bulan September secara historis merupakan salah satu periode dengan volume tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan kontribusi sekitar 9,8% terhadap penjualan tahunan.
"Secara historis penjualan semen selama September tercatat satu dari beberapa bulan dengan volume tertinggi dalam lima tahun terakhir. Penjualan September biasanya berkontribusi sekitar 9,8% terhadap penjualan tahunan," ujarnya Andreas Saragih, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Peningkatan konsumsi semen nasional untuk September diperkirakan mencapai 6,25 juta ton, sementara target konsumsi domestik tahunan dipatok pada angka 62,3 juta ton. Hingga Agustus, realisasi penjualan SMGR telah mencapai 25,54 juta ton yang terdiri dari 20,25 juta ton pasar domestik dan 5,3 juta ton ekspor.
"Volume penjualan tersebut sudah setara dengan 64,4% dari target tahun ini. Angka tersebut hampir sama dengan rata-rata tiga tahun terakhir di level 64,3%," tulis Andreas Saragih, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Di sisi lain, RHB Sekuritas turut memberikan pandangan positif terhadap dominasi pasar perseroan yang mencapai 51,6% pada Agustus. Analis RHB Sekuritas, Ryan Santoso, menilai keberhasilan ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisi kuat di industri semen nasional.
"Perseroan juga menunjukkan peningkatan pangsa pasar penjualan semen menjadi 51,6% pada Agustus yang menunjukkan keberhasilan perseroan untuk mempertahankan dominasi pasar di dalam negeri," tulis Ryan Santoso, Analis RHB Sekuritas.
Samuel Sekuritas Indonesia menambahkan bahwa status SIG sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan keunggulan strategis dalam memenangkan proyek-proyek pemerintah. Analis Yosua Zisokhi dan Daniel Widjaja menekankan bahwa porsi semen curah yang besar dalam portofolio perusahaan sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur masif.
"Kami yakin SMGR berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih lebih banyak pangsa pasar, dibandingkan INTP, mengingat statusnya sebagai BUMN dan porsi semen curah yang besar dalam portofolio penjualannya atau berkontribusi sebanyak 30,6% terhadap total penjualan Semen Indonesia," terang Yosua Zisokhi dan Daniel Widjaja, Analis Samuel Sekuritas Indonesia.
Meskipun terdapat tantangan kontraksi di pasar domestik pada semester I-2023, manajemen SIG berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp866 miliar. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari langkah efisiensi biaya operasional dan pengelolaan beban keuangan yang ketat.
"Kenaikan laba bersih ini didorong oleh kapabilitas pengelolaan kenaikan biaya, optimalisasi utilisasi, serta efisiensi operasional dan beban keuangan. Itu merupakan bukti ketahanan SIG mengatasi berbagai tantangan," kata Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG.
Perusahaan kini terus fokus pada inisiatif keunggulan operasional untuk mempertahankan tren positif di semester kedua. Langkah-langkah tersebut mencakup efisiensi indeks konsumsi energi dan pengoptimalan distribusi guna menekan biaya agar lebih kompetitif di pasar.