Kemenkeu Jadikan Sektor Keuangan Fondasi Utama Indonesia Emas 2045

Kemenkeu Jadikan Sektor Keuangan Fondasi Utama Indonesia Emas 2045
Foto: Ilustrasi Kemenkeu Jadikan Sektor Keuangan Fondasi Utama Indonesia Emas 2045.

Kementerian Keuangan menetapkan sektor finansial sebagai fondasi utama untuk menggerakkan transformasi ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Penegasan ini disampaikan dalam forum pasar modal di Jakarta pada Kamis (4/12/2025) guna menghadapi perubahan lingkungan global, dilansir dari Investortrust.

Pemerintah kini fokus pada penguatan infrastruktur teknologi di pasar modal demi meningkatkan keamanan transaksi, transparansi, serta likuiditas. Langkah strategis tersebut diambil sebagai bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Arief Wibisono menjelaskan pentingnya kesiapan infrastruktur teknologi dalam menavigasi dinamika teknologi dan geopolitik dunia yang berubah secara mendalam.

"Tema ini sangat relevan dengan momentum strategis yang sedang dihadapi Indonesia saat ini, karena kita tengah menavigasi lingkungan global yang mengalami perubahan ekonomi, teknologi, demografi, dan geopolitik secara mendalam," ucap Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal.

Pemerintah memiliki ambisi besar untuk meningkatkan daya saing global demi kesejahteraan masyarakat luas. Arief menekankan bahwa sektor keuangan yang inklusif merupakan elemen vital dalam mewujudkan cita-cita negara maju tersebut.

"Untuk menyadari visi ini, salah satu pilar yang sangat kritikal adalah sektor finansial. Sektor finansial yang efisien, dan inklusif bukan hanya sebuah pelengkap, tetapi juga sebuah mesin yang menggerakannya," terang Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal.

Meski memiliki potensi besar, sektor keuangan domestik masih menghadapi kendala struktural seperti tingginya biaya transaksi dan terbatasnya instrumen finansial. Masalah literasi keuangan yang lambat serta tingkat kepercayaan konsumen juga menjadi perhatian serius pemerintah.

"Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintahan sedang meneruskan agenda reform finansial kompahensif. Prioritas kami adalah mengembangkan akses ke perusahaan finansial, memastikan setiap Indonesia dari masyarakat hingga perusahaan mikro dapat berpartisipasi, memperkuat sumber keuangan jangka panjang," paparnya Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal.

Agenda reformasi ini dirancang agar partisipasi masyarakat dan pelaku usaha mikro dalam ekosistem keuangan dapat meningkat secara signifikan. Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan sumber pendanaan jangka panjang demi mendukung stabilitas ekonomi di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi