Seiko Consultancy Akuisisi 41 Persen Saham NAYZ untuk Ekspansi di Indonesia

Seiko Consultancy Akuisisi 41 Persen Saham NAYZ untuk Ekspansi di Indonesia
Foto: Ilustrasi Seiko Consultancy Akuisisi 41 Persen Saham NAYZ untuk Ekspansi di Indonesia.

Perusahaan asal Singapura, Seiko Consultancy Pte. Ltd., secara resmi mengumumkan rencana pengambilalihan atau akuisisi sebesar 41,18 persen saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ).

Kabar mengenai langkah korporasi ini tertuang dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 27 April 2026, seperti dikutip dari Money.

Saat ini, Seiko sedang dalam tahap negosiasi intensif dengan PT Asia Intrainvesta yang merupakan pemegang saham pengendali dari NAYZ.

Rencana pengambilalihan ini menjadi bagian dari strategi besar ekspansi korporasi yang dijalankan oleh Seiko Consultancy.

Langkah tersebut diambil untuk memperkokoh pengembangan usaha sekaligus memperluas jangkauan kegiatan bisnis perusahaan di pasar Indonesia.

Fokus pembahasan dalam negosiasi saat ini meliputi penetapan nilai transaksi serta jadwal penyelesaian proses akuisisi saham tersebut.

Apabila transaksi ini terealisasi, akan terjadi perubahan pengendali perseroan yang harus diikuti dengan pelaksanaan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO).

Profil Kepemimpinan Seiko Consultancy

Berdasarkan laporan keterbukaan tersebut, Seiko Consultancy merupakan perusahaan yang berbasis di Singapura di bawah kepemimpinan Mark Leong Kei Wei.

Mark Leong dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan pernah mengemban berbagai posisi penting di perusahaan yang tercatat di Singapore Exchange (SGX).

Selain itu, direksi Seiko juga diisi oleh Sawin Laosethakul, seorang warga negara Thailand yang berpengalaman di sektor keuangan pada sejumlah perusahaan terbuka di Stock Exchange of Thailand.

Rencana Aksi Korporasi Lanjutan

Sebelum mengincar NAYZ, Seiko Consultancy sempat merencanakan pengambilalihan terhadap SPRE pada awal tahun ini.

Namun, rencana itu dibatalkan lantaran adanya komitmen dari pemegang saham SPRE untuk tidak melepas kendali mereka dalam jangka waktu tertentu.

Setelah proses akuisisi NAYZ rampung, pihak perseroan memiliki potensi untuk melakukan aksi korporasi lanjutan berupa penambahan modal melalui rights issue.

Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk mengintegrasikan aset atau lini bisnis milik Seiko ke dalam ekosistem bisnis NAYZ.

Meski demikian, kepastian mengenai pelaksanaan rights issue tersebut masih harus menunggu selesainya seluruh proses mandatory tender offer yang dilakukan oleh Seiko Consultancy.

Artikel terkait

Rekomendasi