Sebuah mobil sedan MG5 dilaporkan terbakar saat sedang terparkir di luar sebuah hotel mewah kawasan perkotaan Ningbo, Provinsi Zhejiang, China, pada Minggu (17/5/2026) malam.
Dilansir dari Otomotif, insiden tersebut terjadi dalam kondisi kendaraan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Warga setempat yang berada di lokasi kejadian langsung membagikan dokumentasi foto dan video melalui media sosial WeChat serta Rednote.
Berdasarkan rekaman yang beredar, kobaran api melalap area kabin hingga bagasi mobil. Kondisi tersebut memicu dugaan awal bahwa sumber api bukan berasal dari dalam ruang mesin kendaraan.
Saksi mata di sekitar lokasi mengaku mencium asap tebal dan bau menyengat, bahkan api sempat merambat ke vegetasi di sekitar tempat parkir. Amukan api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merembet ke kendaraan lain di dekatnya, meninggalkan rangka mobil yang hangus dengan logo MG yang masih terlihat di roda depan.
Hingga saat ini, pihak MG, SAIC, maupun otoritas setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun kondisi mobil sebelum insiden. Peristiwa ini memperpanjang diskusi publik mengenai standar keselamatan kendaraan di China setelah sebelumnya kasus serupa menimpa Wuling Binguo dan Xiaomi SU7.
Pemerintah China sendiri mulai memperketat regulasi keselamatan berkendara dengan mewajibkan penggunaan handle pintu mekanis. Kebijakan baru tersebut juga dibarengi dengan penerapan standar baterai baru bertajuk "No Fire, No Explosion" yang dijadwalkan mulai berlaku pada Juli 2026.
Sedan kompak MG5 berbahan bakar bensin dipasarkan oleh SAIC di China dengan kisaran harga 47.900 yuan hingga 78.900 yuan atau sekitar Rp124 juta sampai Rp204 juta. Model ini menyediakan opsi mesin 1.500 cc turbo bertenaga 178 dk dan 1.500 cc naturally aspirated dengan tenaga 127 dk.
Sebelumnya, model MG5 sempat mendapat sorotan tajam saat memasuki pasar Australia pada tahun 2023 karena mendapatkan predikat nol bintang dalam uji keselamatan ANCAP. Lembaga penguji menilai dasbor mobil berpotensi memicu cedera saat terjadi tabrakan frontal, serta memiliki perlindungan whiplash dan benturan samping yang kurang optimal.