SeaBank Puncaki Jumlah Nasabah Bank Digital Indonesia Akhir 2025

SeaBank Puncaki Jumlah Nasabah Bank Digital Indonesia Akhir 2025
Foto: Ilustrasi SeaBank Puncaki Jumlah Nasabah Bank Digital Indonesia Akhir 2025.

Persaingan bank digital di Indonesia menunjukkan dinamika signifikan sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Finansial, sejumlah emiten mencatatkan pertumbuhan basis pengguna yang bervariasi dengan strategi integrasi ekosistem sebagai motor penggerak utama.

PT Bank Seabank Indonesia atau SeaBank berhasil mengamankan posisi teratas. Perusahaan ini membukukan total pengguna mencapai sekitar 24 juta nasabah pada penutupan tahun 2025.

Pertumbuhan pengguna SeaBank berjalan selaras dengan penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Perseroan menargetkan kenaikan DPK sekitar 16% secara tahunan dengan fokus pada optimalisasi dana murah melalui layanan yang aman dan efisien.

ÔÇ£Selain itu, Bank terus mendorong inovasi produk dan layanan digital yang memberikan pengalaman transaksi yang cepat, efisien, dan bebas hambatan bagi nasabah,ÔÇØ tulis SeaBank dalam laporan resminya.

Menyusul di posisi kedua, PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mencatatkan total 18,2 juta nasabah hingga akhir 2025. Angka ini mencakup 14,2 juta nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago serta Jago Syariah.

Capaian Bank Jago tersebut meningkat hampir 3 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 15,3 juta nasabah. Kenaikan ini turut mendongkrak penghimpunan DPK perseroan menjadi Rp25,9 triliun, melonjak 38% dari posisi Rp18,8 triliun.

ÔÇ£Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,ÔÇØ ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris.

Performa Allo Bank dan Akselerasi Superbank

PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) juga menunjukkan performa positif dengan merangkul 14,0 juta nasabah hingga akhir 2025. Realisasi tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 25% dibandingkan posisi akhir 2024 yang tercatat sebanyak 11,2 juta nasabah.

Di sisi lain, PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) mencatatkan akselerasi yang tajam. Bank yang didukung ekosistem Grab, Emtek, Singtel, dan KakaoBank ini memiliki 5,9 juta nasabah pada Desember 2025, melonjak drastis dari 2,9 juta nasabah di awal tahun.

Peningkatan pengguna Superbank berbanding lurus dengan volume transaksi harian. Dari hanya 161.900 transaksi pada Januari 2025, angka tersebut melesat menjadi 1,20 juta transaksi pada pengujung tahun.

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menekankan pentingnya penetrasi pada kelompok masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan. Integrasi dengan ekosistem mitra strategis menjadi kunci utama perluasan jangkauan mereka.

ÔÇ£Kita juga tahu bahwa masyarakat yang underserved itu masih banyak di Indonesia itu. Jadi fokus ke depannya masih ke sana. Bagaimana kita memperkuat sini energi dalam ekosistem itu sendiri,ÔÇØ kata Tigor.

Daftar Jumlah Nasabah Bank Digital di Indonesia Akhir 2025
Nama Bank DigitalJumlah Nasabah (Juta)Pertumbuhan/Status
SeaBank24,0Posisi Puncak
Bank Jago (ARTO)18,2Naik 3 Juta Nasabah
Allo Bank (BBHI)14,0Tumbuh 25% (YoY)
Superbank (SUPA)5,9Naik dari 2,9 Juta

Faktor Integrasi Ekosistem Digital

Ekonom Global Market Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menganalisis bahwa integrasi dengan e-commerce dan super apps menjadi faktor penentu pertumbuhan. Aspek keamanan, kemudahan antarmuka pengguna (UX), dan fokus pada inklusi keuangan sangat krusial.

Menurutnya, akuisisi nasabah saat ini tidak lagi sekadar mengandalkan promo atau bunga tinggi. Kemampuan bank digital untuk melekat dalam aktivitas sehari-hari nasabah melalui ekosistem membuat transaksi menjadi lebih organik.

ÔÇ£Ini membuat akuisisi dan aktivitas transaksi jauh lebih organik,ÔÇØ ujar Myrdal.

Myrdal menilai strategi SeaBank merupakan yang paling berkelanjutan karena kombinasi skala besar dan profitabilitas yang tinggi. Skema engagement harian yang diterapkan dinilai sulit untuk ditiru oleh para kompetitor di industri serupa.

ÔÇ£SeaBank unggul di kombinasi skala besar, profitabilitas, serta engagement harian yang sulit ditiru,ÔÇØ tuturnya.

Ke depannya, keberhasilan bank digital tidak hanya diukur dari agresivitas akuisisi pengguna baru. Kemampuan menjaga nasabah tetap aktif, menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah, serta inovasi yang relevan menjadi parameter utama keberlanjutan bisnis.

Artikel terkait

Rekomendasi