Sarimelati Kencana Bagikan Dividen Tunai Rp5 Miliar Juni 2026

Sarimelati Kencana Bagikan Dividen Tunai Rp5 Miliar Juni 2026
Foto: Ilustrasi Sarimelati Kencana Bagikan Dividen Tunai Rp5 Miliar Juni 2026.

Emiten pengelola Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp5 miliar untuk tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Senin (4/5/2026). Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang telah diselenggarakan pada akhir April lalu.

Dilansir dari Market, dana pembagian dividen tersebut sepenuhnya berasal dari perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025. Corporate Secretary PZZA, Andromeda Tristanto, menyampaikan rincian keputusan rapat dalam laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

"Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 kepada investor sebesar Rp5.000.000.000 ," kata Andromeda, Corporate Secretary PZZA.

Manajemen menegaskan bahwa distribusi laba ini telah mempertimbangkan kondisi finansial perusahaan. Alokasi pembayaran dividen dipastikan tidak mengganggu keberlanjutan operasional maupun rencana pengembangan bisnis perseroan di masa mendatang.

"Tanggal pembayaran dividen tunai PZZA dijadwalkan pada 3 Juni 2026," tambah Andromeda, Corporate Secretary PZZA.

Berdasarkan jadwal resmi, batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 8 Mei 2026. Sementara itu, ex dividen di pasar yang sama akan dimulai pada 11 Mei 2026.

Untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 12 Mei 2026 dengan recording date pada tanggal yang sama. Proses pelaksanaan dan teknis pembayaran ini telah dikoordinasikan oleh manajemen dengan pihak KSEI serta Biro Administrasi Efek perseroan.

Data Keuangan PT Sarimelati Kencana Tbk (2025)
Indikator KeuanganNilai (Rupiah)
Laba Bersih 202524,75 Miliar
Total Dividen Tunai5 Miliar
Saldo Laba Ditahan109,89 Miliar
Total Ekuitas1,03 Triliun

Hingga akhir Desember 2025, emiten berkode saham PZZA ini tercatat mengantongi laba bersih sebesar Rp24,75 miliar. Perseroan juga melaporkan saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp109,89 miliar dengan total ekuitas berada di angka Rp1,03 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi