PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi penyaluran santunan bagi para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuterline yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap para korban terdampak. Dilansir dari Money, proses evakuasi menggunakan alat berat telah dilakukan terhadap gerbong yang mengalami kerusakan parah akibat benturan keras tersebut.
ÔÇ£Kami menyampaikan juga sedikit santunan dari kami untuk para korban,ÔÇØ kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Berdasarkan data terkini, jumlah korban mencapai 107 orang yang terdiri dari 16 korban jiwa dan 91 orang luka-luka. Para korban saat ini mendapatkan perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi dan RS Polri Kramat Jati.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan rincian nominal bantuan yang diberikan oleh pihak KAI Group di luar jaminan dari pihak asuransi sosial.
ÔÇ£Selain (santunan) dari Jasa Raharja, KAI Group memberi santunan Rp 35 juta (untuk korban meninggal dunia) and yang (dirawat) di RS sebesar Rp 15 juta,ÔÇØ kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Pihak manajemen memastikan bahwa proses administrasi bantuan keuangan tersebut dilakukan secara cepat guna meringankan beban keluarga. Anne menambahkan bahwa sebagian dana tersebut sudah mulai didistribusikan kepada para penerima manfaat.
ÔÇ£(Santunan) sudah ditransfer bertahap, karena sebagian sudah ada yang pulang,ÔÇØ ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Sementara itu, PT Jasa Raharja (Persero) memberikan santunan berdasarkan mandat Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 dan Peraturan Menteri Keuangan. Besaran dana yang diberikan adalah Rp 50 juta untuk ahli waris korban meninggal dunia dan biaya perawatan maksimal Rp 20 juta bagi korban luka.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menekankan bahwa jajarannya bergerak cepat melakukan koordinasi dengan kepolisian dan rumah sakit untuk memverifikasi data para penumpang.
ÔÇ£Kami telah menginstruksikan jajaran untuk segera melakukan pendataan dan menjamin korban yang dirawat di rumah sakit, serta memastikan seluruh korban memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku,ÔÇØ ujarnya Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Jasa Raharja.
Kecelakaan bermula pada Senin malam (27/4/2026) ketika KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL yang sedang dalam posisi terhenti. Benturan tersebut menyebabkan lokomotif masuk ke dalam gerbong belakang KRL, terutama pada gerbong khusus perempuan yang mengalami kerusakan paling masif.
Hingga Rabu (29/4/2026), tercatat sebanyak 43 penumpang yang sebelumnya dirawat telah dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.