Sahriyah Lawan Perundungan Melalui Konten Media Sosial di Pamekasan

Sahriyah Lawan Perundungan Melalui Konten Media Sosial di Pamekasan
Foto: Ilustrasi Sahriyah Lawan Perundungan Melalui Konten Media Sosial di Pamekasan.

Sahriyah (23), seorang gadis asal Pamekasan, Madura, memilih untuk aktif membagikan kisahnya di media sosial sebagai upaya melawan perundungan akibat kondisi wajahnya yang ditumbuhi brewok. Langkah berani ini dilakukan demi mencapai penerimaan diri di tengah maraknya komentar negatif publik.

Kisah inspiratif tersebut dilansir dari Detik Health pada Sabtu (2/5/2026). Sahriyah mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapatkan perlakuan kasar secara verbal dari para pengguna internet, termasuk ejekan yang menyerang masa depan serta keberadaannya sebagai perempuan.

"Aku sudah berdamai dengan keadaanku dan aku bahagia dengan diriku saat ini, jadi aku tidak memasukkannya ke hati. Justru aku sering tertawa membaca komentar-komentar di video videoku," tutur Sahriyah.

Pembuatan konten digital tersebut dimanfaatkan oleh Sahriyah sebagai sarana terapi untuk mengikis rasa rendah diri. Melalui kejujuran di dunia maya, ia merasa tidak perlu lagi menyembunyikan identitas aslinya dari masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

"Aku ngonten di sosmed karena waktu itu aku juga mau belajar lebih menerima diriku sendiri. Setelah tahu penyakitku, aku ingin belajar menerima jadi aku memutuskan buat ngonten. Lebih banyak orang tahu kondisiku, aku akan belajar dan terbiasa dilihat oleh banyak orang," jelas Sahriyah.

Keputusan untuk terbuka mengenai kondisinya diakui membawa dampak positif pada kepercayaan diri Sahriyah dalam menjalani aktivitas harian. Kini, ia mengaku tidak lagi merasa khawatir atau cemas terhadap penilaian dari teman maupun tetangganya di daerah asal.

"Aku merasa lebih tenang dan nyaman sekarang dengan diri sendiri, aku juga jadi lebih mencintai diriku sendiri," tutup Sahriyah.

Artikel terkait

Rekomendasi