Saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) terpantau mengalami lonjakan aktivitas transaksi yang signifikan. Kondisi ini terjadi setelah emiten tersebut resmi tercatat dalam Daftar Efek Transaksi Marjin untuk periode Mei 2026.
Dilansir dari Market, perusahaan teknologi yang berfokus pada layanan voucher digital dan kartu hadiah ini dianggap telah memenuhi kriteria ketat dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan status ini, investor dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan marjin dari sekuritas.
Masuknya sebuah saham ke dalam daftar efek marjin biasanya menjadi sinyal positif mengenai tingkat likuiditas. Selain itu, status ini sering dianggap mencerminkan kualitas perdagangan yang lebih stabil dan kredibel di mata otoritas bursa.
Data perdagangan menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas yang cukup kontras dalam beberapa hari terakhir. Pada 30 April 2026, tercatat sebanyak 4.885 transaksi dengan nilai mencapai Rp23,49 miliar di pasar modal.
Angka tersebut melesat pada 4 Mei 2026 menjadi 8.267 transaksi dengan total nilai perdagangan menembus Rp33,44 miliar. Lonjakan volume ini dibarengi dengan apresiasi harga saham UVCR sebesar 9,71 persen ke posisi Rp226.
Jika ditarik dalam garis waktu yang lebih panjang, performa saham ini memperlihatkan tren penguatan yang cukup konsisten. Dalam satu bulan terakhir, nilainya melonjak 83,74 persen, bahkan meningkat hingga 270,49 persen dari level terendahnya dalam setahun.
Rekam Jejak Pertumbuhan dan Kinerja Keuangan
UVCR menunjukkan perkembangan bertahap sejak melaksanakan penawaran umum perdana saham atau IPO pada Juli 2021. Salah satu tonggak sejarahnya adalah keberhasilan naik kelas dari Papan Akselerasi ke Papan Pengembangan pada 2023.
Kondisi fundamental perusahaan juga turut mendukung sentimen positif dari para pelaku pasar. Laporan keuangan hingga kuartal I/2026 menunjukkan performa yang solid dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada tiga bulan pertama tahun 2026, pendapatan perseroan tumbuh 44,30 persen menjadi Rp330,11 miliar. Selain itu, laba neto tercatat sebesar Rp4,25 miliar, berbalik positif dari posisi rugi Rp1,13 miliar pada kuartal I/2025.
Daftar Perubahan Efek Marjin Mei 2026
Bursa Efek Indonesia melakukan evaluasi berkala terhadap daftar efek marjin setiap bulan melalui surat edaran resmi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan transparansi transaksi di pasar modal Indonesia.
Selain UVCR, terdapat beberapa emiten lain yang juga masuk ke dalam daftar serupa untuk periode Mei 2026. Sebaliknya, sejumlah saham harus keluar dari daftar tersebut berdasarkan penilaian terbaru otoritas bursa.
| Kategori Perubahan | Daftar Kode Saham |
|---|---|
| Saham Baru Masuk | BNII, CINT, CITA, GWSA, JAYA, MITI, MUTU, PALM, PRDA, SUPA, UVCR, VINS |
| Saham yang Keluar | BIKE, CRAB, FORE, KSIX, NCKL, NICE, PPRE, VTNY |
Meskipun skema marjin memungkinkan investor meningkatkan kapasitas transaksi, otoritas tetap mengingatkan adanya risiko pendanaan yang menyertai fasilitas ini. Strategi manajemen risiko tetap menjadi faktor utama bagi para pemegang saham.