Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merosot sebesar 14,6 persen ke level Rp 2.270 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Kamis (21/5/2026). Penurunan tajam ini membawa emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut masuk ke dalam zona saham murah.
Koreksi ini melengkapi tren negatif TPIA yang ambles 47,2 persen dalam sepekan terakhir dan anjlok hingga 67,5 persen selama tahun berjalan (year to date/ytd). Meski demikian, dilansir dari Investor Daily, saham berkapitalisasi pasar besar ini tercatat memiliki rasio PE sebesar 9,3 kali (trailing twelve months/TTM) dengan return on equity (ROE) yang dinilai baik berdasarkan data Stockbit Sekuritas.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menjelaskan bahwa kemerosotan harga saham tersebut dipicu oleh sentimen eksternal terkait indeks global.
"Tekanan jangka pendek masih mungkin berlanjut sampai proses rebalancing selesai. Tapi untuk jangka lebih panjang, arahnya akan ditentukan fundamental, likuiditas, dan kemampuan emiten jaga pertumbuhan bisnis," kata Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.
Pihak manajemen grup emiten diperkirakan tidak akan tinggal diam dan bakal menyiapkan sejumlah langkah taktis guna memulihkan kepercayaan para investor di pasar modal.
"Saya rasa, langkah yang kemungkinan dilakukan Grup Prajogo adalah memperkuat story fundamental dan meningkatkan market confidence. Misalnya lewat ekspansi bisnis, menjaga pertumbuhan laba, memperbesar free float/liquidity, hingga memperkuat komunikasi ke investor institusi global," ujar Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.
Secara fundamental, figur pemilik perusahaan dinilai masih memegang peranan krusial dalam menggerakkan sentimen pasar, khususnya pada sektor energi dan petrokimia.
"Untuk saham, saya melihat investor sebaiknya lebih selektif. TPIA masih menarik untuk jangka panjang karena fundamental bisnisnya makin terdiversifikasi pasca integrasi Aster. BREN juga tetap menarik dengan tema EBT, tetapi volatilitasnya kemungkinan masih tinggi pasca MSCI. Target harga saham TPIA di Rp 5.250 dan BREN Rp 3.250," ujar Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.