Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan lonjakan harga komoditas mendorong Samuel Sekuritas Indonesia untuk mengalihkan perhatian ke sektor USD earners dan komoditas sebagai alternatif aman di tengah risiko sektor perbankan. Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, mengungkapkan setidaknya ada total lima saham emiten favorit pilihan utama yang direkomendasikan kepada para investor.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ÔÇö Emiten tambang pelat merah ini memiliki prospek menarik ditopang pemulihan volume penjualan serta kenaikan rata-rata harga jual emas dan nikel yang diproyeksikan mendongkrak EPS hingga 31% pada 2026. Saham ANTM diberi target harga Rp 4.600 dari posisi saat ini sekitar Rp 3.740 dengan potensi kenaikan sekitar 23%.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ÔÇö Transformasi bisnis perusahaan dari batu bara menuju emas menjadi katalis positif jangka panjang, terutama dengan adanya kontribusi penuh dari tambang Wolfram di Australia yang diakuisisi tahun lalu. Target harga saham BUMI ditetapkan sebesar Rp 300 dari posisi saat ini sekitar Rp 230 dengan potensi kenaikan sekitar 30,4%.
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) ÔÇö Emiten sektor pelayaran ini diuntungkan oleh lonjakan tarif pengangkutan kapal tanker hingga lebih dari 200% akibat tensi geopolitik global serta adanya penambahan lima armada LNG vessels tahun ini. Target harga saham BULL dipatok pada level Rp 700 dari kisaran Rp 510 saat ini dengan potensi kenaikan tertinggi mencapai sekitar 37,3%.
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ÔÇö Perusahaan ini dipilih karena memiliki eksposur bisnis perkebunan melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang penjualan ekspornya naik di tengah penguatan dolar AS, serta didukung kemampuan grup dalam meneruskan kenaikan biaya bahan baku ke harga jual produk. Saham INDF ditargetkan pada harga Rp 7.900 dari posisi saat ini sekitar Rp 6.750 dengan potensi kenaikan sekitar 17%.
- PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) ÔÇö Sebagai saham defensif, prospek pertumbuhan perusahaan akan ditopang oleh ekspansi kapasitas tempat tidur rumah sakit, baik melalui RS baru maupun RS existing, serta peningkatan layanan bertarif premium yang mampu memperbaiki margin keuntungan. Target harga saham SILO berada di level Rp 3.000 dari posisi saat ini sekitar Rp 2.500 dengan potensi kenaikan sekitar 20%.