Harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan lonjakan performa yang signifikan dalam kurun waktu sepekan terakhir. Saham emiten pertambangan ini melesat lebih dari 14% hingga mencapai level Rp9.400 per lembar saham.
Pertumbuhan positif ini dikutip dari Investortrust melampaui capaian beberapa emiten sejenis pada periode yang sama. Sebagai perbandingan, saham PSAB hanya tumbuh 8,57%, disusul BRMS sebesar 5,85%, dan ARCI yang menguat tipis 2,52% dalam satu minggu.
Pada perdagangan intraday sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan saham anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini berada di kisaran Rp9.275 hingga Rp9.500. Adapun rekor harga tertinggi sepanjang masa untuk saham EMAS berada pada level Rp10.175.
Aktivitas penguatan saham EMAS didorong oleh dua sentimen positif utama dari internal perusahaan. Pemicu pertama adalah pengumuman hasil pengeboran awal yang menjanjikan di area konsesi Tambang Emas Pani, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Eksplorasi di lokasi yang dinamakan prospek Kolokoa tersebut menjadi penemuan strategis untuk memperkuat bisnis jangka panjang. Letaknya yang berjarak sekitar 500 meter dari deposit utama membuat area ini berpotensi menjadi sumber daya satelit.
Infrastruktur yang sudah tersedia di sekitar lokasi dapat langsung dimanfaatkan untuk mengoptimalkan operasional. Kedekatan geografis ini juga mendukung efisiensi pengangkutan material menuju fasilitas pengolahan serta pengendalian kadar bijih emas.
Melalui eksplorasi awal selama empat bulan, manajemen berhasil mengonfirmasi zona mineralisasi emas yang luas. Zona ini mencakup temuan dekat permukaan dengan kadar mencapai 1,57 gram per ton (g/t) emas.
Dari total 30 lubang bor yang sudah dikerjakan, prospek Kolokoa diproyeksikan memiliki target eksplorasi sebesar 20 hingga 40 juta ton. Kandungan kadar emas pada target tersebut berkisar antara 0,3 hingga 0,5 g/t emas.
Rencana Melantai di Bursa Saham Hong Kong
Faktor pendorong kedua datang dari aksi korporasi perseroan di pasar modal internasional. EMAS diketahui sedang mengajukan permohonan pencatatan saham di Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada 20 Maret 2026.
Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat platform pasar modal serta meningkatkan profil perusahaan di kancah internasional. Melalui ekspansi ini, basis investor global dan likuiditas saham perusahaan diharapkan dapat semakin meluas.
Pihak manajemen menilai kepatuhan terhadap regulasi internasional di Hong Kong akan memperkuat tata kelola dan standar pelaporan. Langkah ini sekaligus memberikan fleksibilitas pendanaan yang lebih besar untuk kebutuhan pengembangan proyek masa depan.
Manajemen EMAS menegaskan bahwa rencana melantai di bursa Hong Kong tidak memberikan dampak material terhadap aspek operasional. Kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan dipastikan tetap berjalan normal.
Di sisi lain, terdapat agenda perubahan struktural di dalam jajaran manajemen perusahaan. Tiga direktur perseroan, yaitu Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekrie, telah mengajukan pengunduran diri sejak 18 Maret 2026. Keputusan final mengenai pengunduran diri ini akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang sesuai dengan regulasi yang berlaku.