Saham Jasa Marga Melemah tapi Tawarkan Dividen Tinggi

Saham Jasa Marga Melemah tapi Tawarkan Dividen Tinggi
Foto: Ilustrasi Saham Jasa Marga Melemah tapi Tawarkan Dividen Tinggi.

Harga saham badan usaha milik negara (BUMN) pengelola tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terus mengalami penurunan sepanjang Mei 2026 ini. Seperti dilansir dari Investasi, para pemegang saham tetap mendapatkan kepastian keuntungan lewat pembagian dividen dengan yield yang melebihi dua kali lipat bunga deposito.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Rabu (20/5/2026), emiten berkode saham JSMR tersebut menyepakati pengucuran dividen tunai total Rp 1,1 triliun. Angka ini mengambil porsi 31 persen dari keseluruhan laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang tahun buku 2025.

Nilai dividen per saham atau Dividend Per Share (DPS) dipatok sebesar Rp 156,2 per lembar saham, nominal yang sama dengan periode sebelumnya. Perhitungan tersebut membuat pemilik satu lot saham JSMR berhak memperoleh pembagian dividen senilai Rp 15.620.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, saham JSMR berada di level Rp 2.980 per lembar, setelah mencatat kenaikan harian 60 poin atau 2,05 persen. Walau demikian, pergerakan saham ini terhitung merosot sebesar 310 poin atau runtuh 9,42 persen selama jangka waktu 30 hari terakhir.

Penurunan performa saham BUMN jalan tol ini juga terlihat dari akumulasi sejak awal tahun 2026 atau year to date yang melemah hingga 450 poin atau turun 13,12 persen. Melalui acuan harga penutupan tersebut, rasio yield dividen JSMR tercatat menyentuh 5,24 persen, bertengger di atas rata-rata bunga deposito bank umum yang berkisar di angka 2 persenan.

Manajemen menjadwalkan pembagian keuntungan ini bagi investor yang namanya masuk dalam Daftar Pemegang Saham pada 4 Juni 2026. Sementara itu, realisasi pembayaran dividen akan dituntaskan pada tanggal 19 Juni 2026.

Sepanjang periode tahun 2025, Jasa Marga menorehkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 5,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga mencapai Rp 19,8 triliun. Sektor penopang utama pendapatan tersebut disumbang oleh lini bisnis tol sebesar Rp 18,2 triliun, didampingi pemasukan dari usaha lainnya senilai Rp 1,6 triliun.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan EBITDA sebesar Rp 13,3 triliun dengan perolehan EBITDA margin yang menyentuh level 67 persen. Di sisi lain, profitabilitas utama atau core profit perusahaan mampu dipertahankan secara konsisten pada angka Rp 3,7 triliun.

Keberhasilan menjaga stabilitas performa finansial ini turut ditopang oleh penurunan beban keuangan konsolidasi yang mencapai 10,5 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan beban pembiayaan ini merupakan buah dari langkah equity financing yang dieksekusi perseroan pada akhir tahun 2024.

Penguasaan Pasar dan Fasilitas Rest Area

Dalam operasional bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga mengukuhkan posisi sebagai pemimpin pasar terbesar di skala nasional. Emiten pelat merah ini mengelola jaringan tol sepanjang 1.294 kilometer dari total keseluruhan konsesi yang dimiliki sepanjang 1.736 kilometer, atau setara dengan menguasai 42 persen pangsa pasar di Indonesia.

Volume transaksi kendaraan yang melintasi jalur tol milik Jasa Marga Group sepanjang 2025 menyentuh angka 1,31 miliar kendaraan, dengan pergerakan lalu lintas harian rata-rata (LHR) berada di angka 3,58 juta armada. Hingga penutupan tahun 2025, perusahaan mengoperasikan 59 titik rest area, di mana 26 titik di antaranya merupakan Travoy Rest yang dikembangkan dan dikelola mandiri oleh perseroan.

Artikel terkait

Rekomendasi