Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) langsung mengalami lonjakan setelah adanya pengumuman perolehan laba untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan. Analis memprediksi saham GOTO kini menjadi semakin menarik untuk dikoleksi dengan target harga tinggi yang mencapai level 110.
Manajemen GOTO mengumumkan bahwa perusahaan tidak lagi mencatatkan kerugian secara kuartalan pada periode Januari-Maret 2026, dikutip dari Stocksetup. Dampaknya, harga saham GOTO langsung melonjak sebesar 2 poin atau menguat 3,77 persen ke level 55.
Per Maret 2026, GOTO berhasil membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 171 miliar. Pencapaian positif tersebut ditopang oleh pendapatan bersih perusahaan yang melonjak 26 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 5,34 triliun di kuartal I-2026 dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 4,23 triliun.
Dua mesin pertumbuhan utama GOTO, yaitu lini on demand services (ODS) atau Gojek serta financial technology (fintech) yang menaungi brand GoPay, mencatatkan kenaikan pendapatan serta profitabilitas.
Pendapatan bersih sektor fintech melonjak hingga 58 persen yoy mencapai Rp 1,9 triliun. Pertumbuhan yang pesat di sektor ini didorong oleh skala bisnis pembayaran serta pinjaman yang terus berkembang secara masif.
Kehadiran aplikasi GoPay turut memicu peningkatan volume transaksi secara signifikan hingga menembus angka 2 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, atau melonjak 84 persen yoy. Di sisi lain, jumlah pengguna bertransaksi bulanan juga tumbuh sebesar 33 persen yoy hingga mencapai 27,5 juta pengguna.
Peningkatan jumlah pengguna aktif tersebut ikut mengerek nilai buku pinjaman GOTO yang mencapai Rp 9,9 triliun atau naik 59 persen yoy hingga akhir Maret 2026. Kinerja ini mendorong EBITDA yang disesuaikan pada sektor Fintech melesat 674 persen yoy menjadi Rp 364 miliar.
Sementara itu, pendapatan dari unit bisnis ODS tumbuh sebesar 12 persen yoy hingga mencapai Rp 3,4 triliun. EBITDA yang disesuaikan untuk ODS menyentuh Rp 439 miliar atau naik 40 persen yoy, di mana pertumbuhan ini ditopang kuat oleh kinerja dari segmen konsumen menengah ke atas (affluent).
Realisasi Target dan Efisiensi Teknologi AI
Secara keseluruhan, EBITDA Grup GOTO yang disesuaikan mencapai Rp 907 miliar selama periode Januari hingga Maret 2026. Nilai tersebut melonjak 131 persen secara tahunan dan dinilai masih sejalan dengan target awal perusahaan.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo menjelaskan pencapaian di kuartal satu ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan hingga mengelola biaya secara disiplin.
ÔÇ£Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini dan percaya GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik,ÔÇØ jelasnya.
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho menambahkan pencapaian di tiga bulan pertama pada 2026 ini mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis GOTO.
ÔÇ£Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kami yang mulai membuahkan hasil,ÔÇØ katanya.
Simon bilang, GOTO memasuki sisa tahun 2026 dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat. Ini menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2 triliunÔÇôRp 3,4 triliun.
ÔÇ£Kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di angka Rp 3,2 triliunÔÇôRp 3,4 triliun, meskipun mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama 2026,ÔÇØ ucapnya.