Saham GOTO Melemah Dipicu Rencana Penurunan Komisi Ojek Online

Saham GOTO Melemah Dipicu Rencana Penurunan Komisi Ojek Online
Foto: Ilustrasi Saham GOTO Melemah Dipicu Rencana Penurunan Komisi Ojek Online.

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terkoreksi tajam pada sesi I perdagangan Senin (4/5/2026) menyusul respons pasar terhadap rencana pemerintah menurunkan batas komisi aplikator ojek online. Penurunan ini terjadi di tengah terbitnya aturan perlindungan baru bagi mitra pengemudi transportasi daring.

Data IDX Mobile hingga pukul 11.10 WIB menunjukkan saham GOTO melemah 7,41 persen ke level Rp50 per lembar, sebagaimana dilansir dari Market. Aktivitas perdagangan terpantau cukup agresif dengan volume mencapai 18,86 miliar saham yang berpindah tangan melalui 52,82 ribu kali transaksi senilai Rp945,18 miliar.

Tekanan jual meningkat setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan dalam peringatan Hari Buruh 2026 mengenai perlindungan mitra pengemudi. Selain wacana penurunan komisi, pemerintah telah meresmikan Peraturan Presiden No.27/2026 yang mewajibkan perusahaan aplikator memberikan jaminan kecelakaan kerja serta kepesertaan BPJS Kesehatan.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengungkapkan kabar mengenai keterlibatan Danantara dalam kepemilikan saham perusahaan aplikator. Dasco menyebut hal ini menjadi bagian dari strategi pemerintah guna memangkas potongan komisi dari semula 20 persen menjadi sekitar 8 persen secara bertahap.

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo memberikan respons mengenai arah kebijakan pemerintah tersebut. Pihaknya menyatakan sedang melakukan evaluasi komprehensif terhadap dampak aturan baru bagi kelangsungan operasional perusahaan ke depan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan GoTo dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan, khususnya bagi mitra driver dan pelanggan," ujar Hans Patuwo, Direktur Utama GOTO.

Meskipun harga saham mengalami kontraksi, GOTO sebenarnya melaporkan kondisi keuangan yang positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Laba bersih sebesar Rp257,9 miliar berhasil dicatatkan pada kuartal I/2026, yang berbanding terbalik dengan kerugian sebesar Rp283,3 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan sebesar 26 persen secara tahunan turut mendongkrak kinerja keuangan perseroan hingga mencapai angka Rp5,34 triliun. Capaian ini juga didukung oleh lonjakan EBITDA yang disesuaikan sebesar 131 persen menjadi Rp907 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi