Saham Fore Kopi Indonesia Melonjak 2,54 Persen Dipicu Aksi Beli Asing

Saham Fore Kopi Indonesia Melonjak 2,54 Persen Dipicu Aksi Beli Asing
Foto: Ilustrasi Saham Fore Kopi Indonesia Melonjak 2,54 Persen Dipicu Aksi Beli Asing.

Saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatatkan penguatan sebesar 2,54 persen ke level Rp 1.010 pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Seperti dikutip dari Investor Daily, saham emiten berkode FORE ini ramai diburu oleh para pelaku pasar.

Volume perdagangan saham FORE mencapai 22,29 juta lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 5.139 kali. Nilai transaksi yang terjadi tercatat sebesar Rp 22,39 miliar, di mana investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 6,52 miliar.

Aksi borong oleh investor asing ini melanjutkan tren positif yang terjadi pada perdagangan 13 dan 18 Mei lalu. Pada dua hari perdagangan tersebut, pemodal asing berturut-turut mencatatkan net buy masing-masing senilai Rp 245,24 juta dan Rp 2,02 miliar.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pergerakan pada periode 8 hingga 12 Mei 2026. Pada kurun waktu tersebut, saham FORE secara konsisten terus mencatatkan aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing.

Secara akumulatif, performa saham FORE bergerak impresif dengan kenaikan 6,32 persen dalam satu bulan terakhir. Sementara itu, sepanjang tahun berjalan atau year to date, nilai saham ini telah melambung hingga 87 persen.

Melihat pergerakan positif tersebut, Sinarmas Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy untuk saham Fore Kopi Indonesia pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Kisaran harga masuk yang disarankan berada di level 935 hingga 1.015.

Analis menetapkan target harga pertama untuk saham FORE pada level 1.045, sedangkan target harga kedua berada di angka 1.095. Pelaku pasar disarankan untuk melakukan tindakan pembatasan risiko atau stoploss jika harga menyentuh angka 900.

Lonjakan Laba Bersih Kuartal I-2026

Kenaikan harga saham ini sejalan dengan publikasi laporan keuangan interim perusahaan kuartal I-2026 yang belum diaudit. FORE membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 9,43 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini.

Perolehan laba bersih tersebut melonjak sekitar 60,5 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang bernilai Rp 5,87 miliar. Dampaknya, laba per saham dasar perusahaan meningkat menjadi Rp 1,06 dari sebelumnya Rp 0,86 per saham.

Pertumbuhan laba didorong oleh penjualan neto yang mencapai Rp 444,45 billion, naik 52 persen dari Rp 291,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, beban penjualan perusahaan turut terkerek menjadi Rp 170,78 miliar dari posisi Rp 110,64 miliar.

Hasil tersebut membuat Fore Kopi Indonesia mengantongi laba bruto sebesar Rp 273,67 miliar sepanjang kuartal pertama tahun ini. Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan dari pencapaian kuartal I-2025 yang sebesar Rp 181,03 miliar.

Secara rinci, total pendapatan kotor perusahaan ditopang oleh penjualan minuman senilai Rp 461,09 miliar dan sektor makanan sebesar Rp 56,82 milar. Selain itu, lini pendapatan lain-lain menyumbang Rp 1,93 miliar.

Setelah dikurangi komponen diskon penjualan serta potongan lainnya yang mencapai Rp 75,39 miliar, total penjualan neto final terkumpul sebesar Rp 444,45 miliar. Adapun total aset FORE per 31 Maret 2026 berada di angka Rp 1,16 triliun, dengan liabilitas Rp 474,10 miar dan ekuitas sebesar Rp 690,14 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi