Saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) ditutup hanya melemah sebesar 0,51 persen ke posisi Rp 980 per saham saat pasar saham mengalami gejolak imbas pengumuman MSCI pada Rabu (13/5/2026).
Perdagangan saham FORE mencatatkan volume sebanyak 19,25 juta saham dengan frekuensi 6.305 kali, serta nilai transaksi mencapai Rp 19,17 miliar. Dilansir dari Investor Daily, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy tipis senilai Rp 245,24 juta.
Aksi beli bersih ini membalikkan tren setelah saham perusahaan kopi tersebut mencatatkan penjualan bersih oleh investor asing pada tiga hari bursa sebelumnya. Secara akumulatif, saham FORE menguat 7,10 persen dalam sepekan terakhir dan melonjak 14,62 persen dalam periode satu bulan.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam analisisnya mencatat bahwa saham FORE masih berada dalam tren bullish jangka menengah. Posisi harga saham terpantau mampu bertahan di atas pergerakan rata-rata MA20 dan MA60.
"Saat ini harga sedang berada dalam fase konsolidasi pada area support 860ÔÇô940 setelah penguatan signifikan sebelumnya," sebut BRIDS.
Analis menilai peluang kelanjutan penguatan menuju area resistance 1.025 masih terbuka lebar jika harga bertahan di atas area support tersebut. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di area positif juga mengonfirmasi momentum yang terjaga.
"RSI yang masih berada di area positif juga menunjukkan momentum bullish relatif terjaga," sebutnya.
Di sisi lain, risiko koreksi lanjutan dan pelemahan momentum dapat meningkat apabila harga saham terperosok ke bawah level 860. Namun, potensi pergerakan menuju target baru diproyeksikan terbuka jika saham mampu menembus batas atas.
"Sebaliknya, breakout di atas 1.025 dapat menjadi sinyal lanjutan bullish dan membuka peluang menuju area resistance berikutnya di level 1.135," pungkas BRIDS.