Tekanan besar kembali melanda pasar modal Indonesia yang berdampak langsung pada kejatuhan saham-saham di sektor properti. Penurunan ini terjadi secara serentak pada perdagangan hari ini.
Dilansir dari Kompas, Indeks Harga Saham Agung (IHSG) ditutup anjlok sebesar 52,18 poin atau melemah 0,82 persen menuju level 6.318,5. Pergerakan negatif ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang terkoreksi 0,65 persen ke posisi 630,677.
Kemerosotan ini menempatkan IHSG sebagai salah satu indeks berkinerja paling buruk di Asia. Kondisi tersebut terbilang kontras mengingat mayoritas bursa regional bergerak stabil dan cenderung menguat.
Sektor properti menjadi salah satu yang paling tertekan oleh aksi jual. Sejumlah saham pengembang besar hingga skala menengah nasional kompak terlempar ke zona merah.
Saham PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) mencatatkan penurunan paling tajam setelah anjlok 7,25 persen ke harga Rp 128 per saham. Di posisi berikutnya, PT Sentul City Tbk (BKSL) merosot 4,6 persen menjadi Rp 83 per saham.
Pelemahan juga membayangi PT Jababeka Tbk (KIJA) yang turun 4,29 persen ke level Rp 156. Sementara itu, saham PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) terkikis 3,95 persen menjadi Rp 14.000.
Emiten lain seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengalami penurunan 3,9 persen ke level Rp 74. Langkah koreksi disusul oleh PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) yang merosot 3,74 persen ke posisi Rp 206.
Selanjutnya, saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) melemah 3,39 persen menuju Rp 114 per saham. Dua emiten lain, PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP), sama-sama terkoreksi 2,90 persen.
Penurunan juga melanda PT Pikko Land Development Tbk (RODA) sebesar 2,78 persen, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebesar 2,7 persen, dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang turun 2,61 persen.
Tekanan pasar tidak hanya menghentak emiten menengah, tetapi juga merembet ke saham-saham properti berkapitalisasi besar. Meski demikian, skala penurunan kelompok ini relatif lebih terbatas.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan pelemahan tipis 0,65 persen ke posisi Rp 304. Di saat yang sama, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ikut terkoreksi 0,7 persen menjadi Rp 710.
Adapun PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengalami penurunan sebesar 1,79 persen menuju level Rp 162. Sementara itu, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) menjadi emiten yang paling bertahan dengan koreksi paling tipis, yaitu hanya turun 0,46 persen ke level Rp 1.075 per saham.