Saham BUMI Berbalik Anjlok pada Sesi I Setelah Bantahan Isu Ekspor Batu Bara

Saham BUMI Berbalik Anjlok pada Sesi I Setelah Bantahan Isu Ekspor Batu Bara
Foto: Ilustrasi Saham BUMI Berbalik Anjlok pada Sesi I Setelah Bantahan Isu Ekspor Batu Bara.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan pada sesi I perdagangan Senin (25/5/2026). Pergerakan ini berbalik arah dari kondisi pada Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang sempat melonjak hingga 12,80%.

Dikutip dari Investor Daily, saham BUMI melemah sebesar 3,24% ke level Rp 179 per saham pada sesi I hari Senin sekitar pukul 09.44 WIB. Aktivitas perdagangan mencatat volume sebanyak 2,09 miliar saham dengan frekuensi 33.746 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 372 miliar.

Tekanan jual menjadi pemicu penurunan harga komoditas ini. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan saham BUMI membukukan net sell sebesar Rp 72,7 miar saat informasi ini dihimpun, menjadikannya yang tertinggi di antara saham-saham lain.

Lonjakan harga saham BUMI pada akhir pekan lalu didorong oleh isu pasar mengenai penundaan skema ekspor komoditas strategis. BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam ulasannya menyebutkan adanya rumor bahwa kebijakan ekspor satu pintu batu bara ditunda hingga 1 Januari 2027.

Kabar burung tersebut sempat memicu reli pada saham-saham komoditas. Namun, situasi berubah setelah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan klarifikasi resmi mengenai kepastian regulasi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah kabar yang menyatakan skema ekspor komoditas strategis melalui DSI ditunda sampai awal 2027. Setelah munculnya bantahan resmi dari pemerintah tersebut, saham BUMI langsung berbalik anjlok pada perdagangan sesi I hari Senin.

Artikel terkait

Rekomendasi