Saham BFI Finance Melonjak Usai Trinugraha Capital Gandeng Goldman Sachs

Saham BFI Finance Melonjak Usai Trinugraha Capital Gandeng Goldman Sachs
Foto: Ilustrasi Saham BFI Finance Melonjak Usai Trinugraha Capital Gandeng Goldman Sachs.

Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melonjak lebih dari 7% menyusul laporan bahwa pemegang saham pengendalinya, Trinugraha Capital, telah menunjuk Goldman Sachs. Penunjukan ini dilakukan untuk memfasilitasi potensi penjualan kepemilikan saham perusahaan multifinance tersebut.

Trinugraha Capital, yang disokong oleh miliarder Indonesia Garibaldi "Boy" Thohir dan Jerry Ng, dilaporkan mengincar valuasi mulai dari Rp 1.200 per lembar saham. Transaksi ini menjadi sinyal kembalinya minat raksasa keuangan Jepang terhadap pasar pembiayaan konsumen dan UMKM di Indonesia.

Para analis menilai nilai wajar untuk kesepakatan ini dapat mencapai Rp 1.540 per saham. Angka tersebut mencerminkan kelipatan premium yang serupa dengan aksi akuisisi korporasi Jepang baru-baru ini di sektor kredit Indonesia.

Trinugraha Capital saat ini menggenggam 51,12% saham pengendali di BFI Finance. Berdasarkan laporan dari Investortrust, perusahaan konsorsium ini menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat keuangan untuk mengawal proses divestasi tersebut.

Trinugraha Capital bukan sekadar perusahaan holding biasa, melainkan konsorsium besar yang didukung oleh raksasa private equity TPG Capital dan Northstar Group. Di dalamnya juga terlibat tokoh kakap seperti Jerry Ng yang membesarkan Bank Jago, serta konglomerat energi Garibaldi "Boy" Thohir.

Laporan pasar dari Mergermarket mengindikasikan bahwa proses negosiasi sudah berjalan melalui jalur privat, bukan lewat lelang publik. Meski identitas calon pembeli masih dirahasiakan, fokus bidikan mengarah pada institusi asing, dengan lembaga keuangan Jepang sebagai kandidat terkuat.

Potensi Premium dan Valuasi Saham

Pasar saat ini tengah memperhitungkan premi yang signifikan terhadap saham emiten pembiayaan ini. Pada perdagangan Jumat, saham BFIN ditutup menguat 7.74% ke level Rp 835, yang sekaligus menggenapkan akumulasi kenaikan bulanan sebesar lebih dari 15%.

Harga dasar atau floor price yang dirumorkan dalam negosiasi ini mengacu pada harga masuk tahun 2022 yaitu Rp 1.200 per saham. Target harga minimum tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 54% dari level harga pasar saat ini.

Skenario paling optimistis bagi investor bahkan jauh lebih agresif jika berkaca pada akuisisi Mandala Multifinance (MFIN) oleh Adira Finance (ADMF) yang disokong MUFG. Aksi korporasi kala itu sukses mengamankan rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 2,2 kali.

Apabila BFI Finance berhasil mencapai kelipatan valuasi yang setara, harga akuisisi diperkirakan mampu menyentuh Rp 1.540 per saham. Angka ini merepresentasikan potensi kenaikan hingga 99% bagi para pemegang saham saat ini.

Kualitas Aset dan Portofolio Kredit

Daya tarik utama BFI Finance terletak pada portofolio bisnisnya yang terdiversifikasi dengan baik, mulai dari pembiayaan otomotif, alat berat, hingga kredit berbasis ekuitas rumah. Ketika Trinugraha masuk pada tahun 2022, nilai ekuitas perusahaan ini diperkirakan mencapai Rp 11 triliun.

Rekam jejak perusahaan yang konsisten dalam menjaga kualitas aset dan standar manajemen risiko yang ketat menjadi nilai tambah tersendiri. Kondisi ini menjadikannya aset siap pakai bagi bank asing yang ingin langsung mendominasi industri kredit konsumen di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi