Saham BFI Finance BFIN Melonjak Dipicu Kabar Akuisisi Investor Asing

Saham BFI Finance BFIN Melonjak Dipicu Kabar Akuisisi Investor Asing
Foto: Ilustrasi Saham BFI Finance BFIN Melonjak Dipicu Kabar Akuisisi Investor Asing.

Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) kembali menarik perhatian pelaku pasar modal. Pergerakan ini dipicu oleh beredarnya kabar mengenai rencana merger dan akuisisi (M&A) perusahaan pembiayaan tersebut.

Trinugraha Capital yang didukung oleh Garibaldi Thohir dan Jerry Ng dikabarkan telah menunjuk penasihat keuangan. Langkah ini diambil terkait rencana pelepasan kepemilikan saham BFIN kepada investor asing.

Dilansir dari Investortrust, lembaga riset Mergermarket dalam pemberitaan 22 April 2026 menyebutkan potensi kenaikan harga saham bisa mencapai sekitar 54%. Nilai tersebut didasarkan pada perkiraan jika transaksi terjadi pada kisaran harga akuisisi awal Trinugraha, yaitu sekitar Rp 1.200 per saham.

Pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat (24/4/2026), saham BFIN tercatat menguat 7,74% ke level Rp 835. Melalui lonjakan tersebut, akumulasi kenaikan harga saham BFIN dalam sebulan terakhir telah menembus lebih dari 15%.

Nilai wajar akuisisi saham BFIN diperkirakan bisa menyentuh angka Rp1.540 per saham atau mencerminkan potensi kenaikan hingga 99%. Valuasi ini mengacu pada transaksi saham Mandala Multifinance (MFIN) oleh Adira Finance (ADMF) yang didukung investor Jepang, MUFG, di level sekitar 2,2 kali price to book value (PBV).

Trinugraha Capital selaku pemegang pengendali 51,12% saham BFI Finance dilaporkan telah menunjuk Goldman Sachs. Perusahaan investasi global tersebut bertindak sebagai penasihat keuangan dalam rangka proses penjualan saham.

Konsorsium Trinugraha Capital sendiri diperkuat oleh sejumlah investor institusi besar. Di dalamnya terdapat nama TPG Capital, Northstar Group, serta pengusaha nasional Garibaldi Thohir.

Mekanisme Negosiasi Non-Lelang

Proses negosiasi pelepasan saham ini dikabarkan berlangsung secara tertutup dengan investor asing dan tidak menggunakan mekanisme lelang terbuka. Hingga saat ini, identitas dari calon investor strategis tersebut masih belum diungkapkan ke publik.

Pembahasan mengenai valuasi perusahaan disebut-sebut mengacu pada harga masuk awal Trinugraha saat berinvestasi pada tahun 2022, yakni di kisaran Rp 1.200 per saham. Pada periode tersebut, nilai ekuitas BFIN diperkirakan telah mencapai Rp 11 triliun.

BFI Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan dengan rekam jejak terlama di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di sektor pembiayaan kendaraan bermotor, alat berat, truk, mesin, hingga pinjaman berbasis ekuitas rumah.

Kinerja lini underwriting yang solid serta kualitas aset yang baik menjadi daya tarik utama perseroan. Hal ini membuat BFIN diminati oleh investor strategis maupun finansial yang ingin memperluas eksposur di sektor kredit konsumer dan UMKM Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi