Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan terakhir April 2026 menunjukkan dinamika tajam yang dipengaruhi oleh kinerja emiten berkapitalisasi besar. Berikut adalah daftar 20 saham yang paling berpengaruh, terbagi menjadi 10 saham pemberat dan 10 saham penggerak indeks.
10 Saham Pemberat (Laggard) IHSG Pekan Terakhir April 2026
- DSSA ÔÇö Saham ini menjadi pemberat utama dengan mengurangi bobot IHSG sebesar 35,71 poin.
- BBCA ÔÇö Emiten perbankan besar ini memberikan tekanan pada indeks sebesar 18,74 poin.
- ASII ÔÇö Pergerakan saham Astra International tercatat mengurangi bobot IHSG sebanyak 13,96 poin.
- BBRI ÔÇö Saham Bank Rakyat Indonesia turut membebani laju indeks dengan pengurangan 12,54 poin.
- BRPT ÔÇö Emiten ini memberikan kontribusi negatif terhadap bobot IHSG sebesar 10,41 poin.
- BYAN ÔÇö Saham sektor energi ini tercatat mengurangi bobot indeks sebesar 9,54 poin.
- MORA ÔÇö Kontribusi negatif dari saham ini terhadap pergerakan IHSG mencapai 9,24 poin.
- BMRI ÔÇö Bank Mandiri menjadi salah satu laggard dengan pengurangan bobot indeks sebesar 8,61 poin.
- MEGA ÔÇö Saham ini memberikan tekanan pada indeks dengan pengurangan sebesar 7,95 poin.
- UNTR ÔÇö United Tractors menutup daftar pemberat dengan mengurangi bobot IHSG sebesar 7,04 poin.
10 Saham Penggerak (Mover) IHSG Pekan Terakhir April 2026
- SMMA ÔÇö Menjadi penopang utama IHSG dengan menambah bobot indeks sebesar 12,13 poin.
- BUMI ÔÇö Saham sektor pertambangan ini memberikan kontribusi positif sebesar 8,26 poin.
- CASA ÔÇö Emiten ini berhasil menambah bobot IHSG sebanyak 7,88 poin selama periode tersebut.
- APIC ÔÇö Memberikan dampak positif bagi indeks dengan penambahan sebesar 4,89 poin.
- GOTO ÔÇö Perusahaan teknologi ini tercatat menambah bobot IHSG sebesar 3,93 poin.
- IMPC ÔÇö Emiten ini menjadi katalis positif bagi indeks dengan kontribusi 3,63 poin.
- AMMN ÔÇö Saham Amman Mineral tercatat menambah bobot pergerakan IHSG sebesar 3,04 poin.
- AADI ÔÇö Memberikan dukungan terhadap stabilitas indeks dengan penambahan sebesar 2,50 poin.
- GGRM ÔÇö Saham sektor konsumer ini menambah bobot IHSG sebesar 1,69 poin.
- CDIA ÔÇö Melengkapi daftar penggerak dengan kontribusi penambahan bobot sebesar 1,67 poin.
Analisis terhadap saham laggard dan mover ini menunjukkan bahwa sektor perbankan dan konsumer cenderung menekan indeks, sementara sektor energi dan pertambangan menjadi penopang utama. Investor disarankan untuk terus memantau saham berbobot besar sebagai indikator arah pasar ke depan.