Saham BBRI Balik Menghijau saat Analis Proyeksikan Fundamental Solid

Saham BBRI Balik Menghijau saat Analis Proyeksikan Fundamental Solid
Foto: Ilustrasi Saham BBRI Balik Menghijau saat Analis Proyeksikan Fundamental Solid.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berbalik menguat dengan ditutup naik 0,99 persen ke level Rp3.050 pada Jumat (22/5/2026) setelah sempat didominasi tren melemah pada hari-hari bursa sebelumnya.

Dilansir dari Investor Daily, pergerakan positif emiten perbankan besar ini juga diikuti oleh aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing yang mencapai Rp6,87 miliar.

Kondisi tersebut membalikkan tren jual bersih atau net sell asing yang terus terjadi selama tiga hari bursa berturut-turut sebelum perdagangan hari Jumat pekan lalu.

Terkait pergerakan teknikal, CGS International Sekuritas memperkirakan target harga terdekat BBRI pada perdagangan Senin (25/5/2026) berada di level resistance pertama 3.080 dan resistance kedua 3.110.

Namun, harga saham dapat kembali bergerak turun apabila menyentuh titik pivot 3.040 dengan tingkat support pertama di 3.010 serta support kedua pada posisi 2.970.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas dalam risetnya memproyeksikan saham BBRI kini telah berada di area dasar untuk pergerakan setahun terakhir dengan rentang harga Rp2,990 sampai Rp3.970.

Lembaga riset tersebut mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI, meskipun melakukan penyesuaian target harga wajar dari sebelumnya Rp4.710 menjadi Rp4.280.

Riset Phintraco Sekuritas mencatat rasio Price to Book Value (PBV) BBRI saat ini berada di bawah 1 standar deviasi lima tahun, yaitu sebesar 1,38 kali.

Terdapat beberapa risiko utama bagi saham BBRI ke depan, khususnya potensi lonjakan biaya dana dan tekanan pada kualitas aset segmen mikro serta UMKM akibat pengaruh suku bunga tinggi.

Kendati demikian, kinerja keuangan BBRI sepanjang kuartal I-2026 dinilai mencerminkan fundamental yang tetap kuat di tengah tantangan normalisasi likuiditas domestik dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pendapatan bunga bersih perusahaan tumbuh 11,9 persen menjadi Rp40 triliun, didorong kenaikan pendapatan bunga sebesar 5,9 persen menjadi Rp52,8 triliun dan penurunan biaya bunga sebesar 9,3 persen menjadi Rp12,7 triliun.

Tingkat profitabilitas juga terjaga dengan resiliensi Return on Equity (ROE) yang merangkak naik menjadi 18,4 persen dibandingkan periode kuartal I tahun sebelumnya yang sebesar 17,1 persen.

Pertumbuhan laba bersih perseroan tercatat meningkat 13,8 persen secara tahunan hingga mencapai Rp15,6 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini.

Sektor penyaluran kredit BBRI turut mengalami ekspansi sebesar 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) naik 120 bps ke level 87,2 persen.

Rasio LDR tersebut dinilai masih aman karena berada di dalam koridor batas minimum Bank Indonesia sebesar 78-92 persen, walau sedikit melewati rata-rata LDR industri perbankan nasional di angka 84,72 persen.

Untuk keseluruhan tahun 2026, pendapatan bunga bersih BBRI diprediksi mampu menembus Rp155 triliun dengan estimasi perolehan laba bersih akhir tahun mencapai Rp59 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi