Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berupaya keras melawan tekanan pasar pada sesi II perdagangan Senin (18/5/2026). Dilansir dari Investor Daily, pergerakan saham BBCA terpantau mulai membaik di sekitar pukul 14.40 WIB dengan koreksi yang menipis menjadi minus 1,64% ke level Rp 6.000.
Kondisi ini memperlihatkan pemulihan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan situasi pada sesi I hari ini. Pada sesi pertama tersebut, saham bank swasta terbesar di Indonesia ini sempat anjlok hingga menyentuh angka 3,28%.
Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 157,27 juta saham BCA telah berpindah tangan dengan frekuensi mencapai 37.406 kali. Total nilai transaksi yang terjadi dari perdagangan saham ini menyentuh Rp 937,12 miliar.
Aksi beli selektif atau serok saham BBCA mulai marak terjadi memasuki sesi II. Data pada aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan saham BBCA membukukan net buy sebesar Rp 174,7 miar saat informasi ini disusun, menjadikannya yang tertinggi di antara saham-saham lain.
Investor asing juga memperlihatkan minat yang tinggi terhadap saham ini. Mengacu pada data Sinarmas Sekuritas, saham BBCA justru mencatatkan net buy asing senilai Rp 63 miliar per akhir sesi I hari ini.
Analisis dari CGS International Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Senin (18/5/2026) menetapkan target terdekat saham BBCA berada di kisaran harga Rp 6.192 sampai Rp 6.283. Secara teknikal, lembaga sekuritas ini menyatakan bahwa harga saham BBCA memiliki area support di rentang Rp 5.933 hingga Rp 6.017.