Saham Barito Grup Anjlok Seret Kekayaan Prajogo Pangestu

Saham Barito Grup Anjlok Seret Kekayaan Prajogo Pangestu
Foto: Ilustrasi Saham Barito Grup Anjlok Seret Kekayaan Prajogo Pangestu.

Posisi Prajogo Pangestu sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia terpaksa bergeser ke peringkat ketiga. Perubahan ini terjadi setelah saham-saham emiten yang dikendalikannya melalui Barito Group mengalami penurunan drastis sepanjang year to date (ytd).

Berdasarkan data Forbes real time yang dikutip dari Investortrust, nilai kekayaan pendiri Barito Group tersebut turun menjadi US$ 15,1 miliar pada Kamis (21/5/2026). Penurunan ini membuat posisinya tergeser dari peringkat teratas di tanah air.

Takhta orang terkaya di Indonesia kini kembali direbut oleh Low Tuck Kwong, pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dengan kekayaan mencapai US$ 15,9 billion. Sementara itu, peringkat kedua ditempati oleh R Budi Hartono yang merupakan pengendali PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Djarum Group.

Kemerosotan harga saham seluruh emiten di bawah kendalinya membuat total kapitalisasi pasar (market cap) milik Prajogo Pangestu tergerus menjadi Rp 871,27 triliun. Grup Barito tercatat hanya menyumbang 7,9% terhadap total market cap BEI yang bernilai Rp 10.963 triliun hingga penutupan perdagangan. Penurunan tajam ini terjadi setelah MSCI mendepak saham-sahamnya seperti BREN dan TPIA.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan enam saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu anjlok dalam kisaran 46% hingga 74% sepanjang tahun berjalan.

Koreksi terdalam dialami oleh saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang ambles 74% ke posisi Rp590. Penurunan ini memangkas kapitalisasi pasar emiten tersebut menjadi Rp6,32 triliun.

Selanjutnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot 71% menjadi Rp2.790. Kapitalisasi pasar emiten panas bumi ini menyusut menjadi Rp373 triliun dari posisi tertingginya yang sempat menembus di atas Rp1.200 triliun.

Pergeseran Peringkat Emiten di Bursa

Akibat penurunan tersebut, BREN kini menempati posisi keenam sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Posisi ini merosot tajam dibandingkan sebulan lalu saat BREN masih bertengger di peringkat pertama.

Pelemahan juga melanda saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang turun 64,29% menjadi Rp4.000 sepanjang ytd. Nilai kapitalisasi pasar emiten tersebut kini tersisa Rp40,34 triliun pada penutupan perdagangan bursa.

Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terpangkas lebih dari 62,67% menjadi Rp2.660. Nilai kapitalisasi pasar TPIA melosot ke angka Rp230,11 triliun, yang membuat peringkatnya di BEI turun ke posisi sembilan dari sebelumnya di peringkat tiga.

Di sisi lain, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 53,94% menjadi Rp790. Kapitalisasi pasar emiten yang baru melantai di BEI sejak tahun lalu ini menyisakan Rp98,61 triliun.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi emiten dengan koreksi paling rendah di dalam grup Prajogo Pangestu. Saham BRPT turun 46% ke level Rp1.720 sepanjang tahun berjalan, dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di angka Rp161,24 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi