Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan tajam sebesar 3,16 persen ke posisi Rp 3.060 pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Meski mengalami koreksi, investor asing secara diam-diam mulai melakukan aksi beli bersih terhadap saham emiten pertambangan emas ini.
Seperti dilansir dari Investor Daily, aktivitas perdagangan saham ANTM mencatatkan volume sebesar 328,52 juta saham. Nilai transaksi komoditas ini menyentuh Rp 994,49 miliar dengan frekuensi perdagangan mencapai 75.750 kali.
Aksi borong oleh investor asing tercatat menghasilkan net buy sebesar Rp 42,35 miliar. Kondisi ini membalikkan tren negatif setelah enam hari bursa sebelumnya saham ANTM terus-menerus mengalami net sell atau aksi jual bersih oleh asing.
Pergerakan saham Antam terpantau sering berada di zona merah sejak 12 Mei 2026. Jika akumulasikan dalam kurun waktu satu pekan terakhir, nilai saham produsen logam mulia ini sudah merosot hingga 14,29 persen.
MNC Sekuritas menyatakan bahwa penurunan saham ANTM sebesar 3,16 persen ke level 3.060 tersebut masih didominasi oleh tekanan jual yang kuat. Pihak broker memproyeksikan koreksi harga masih berpotensi berlanjut.
Penurunan lanjutan diperkirakan dapat menuju rentang harga 2.830 hingga 2.910. Atas dasar kalkulasi teknikal tersebut, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness bagi para pelaku pasar pada area harga tersebut.
Target harga pertama yang ditetapkan oleh MNC Sekuritas berada pada level 3.210. Sementara itu, target harga kedua dipatok pada posisi 3.320, yang mencerminkan potensi kenaikan nilai hingga 17 persen dari level 2.830.
Pelaku pasar diimbau untuk memperhatikan batas risiko yang ditentukan. Langkah stoploss disarankan segera diambil apabila pergerakan saham ANTM merosot hingga ke bawah level 2.770.
Sentimen Tekanan Global dan Isu Regulasi
Penurunan performa saham ini bertepatan dengan pengumuman tinjauan indeks Mei 2026 oleh MSCI Inc untuk indeks ekuitas MSCI. Perubahan dari hasil evaluasi berkala tersebut dijadwalkan bakal diimplementasikan secara penuh pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.
Berdasarkan keputusan resmi tersebut, MSCI meluncurkan 13 saham emiten asal Indonesia dari perhitungan MSCI Small Cap Index. Saham Aneka Tambang (ANTM) menjadi salah satu entitas yang didepak dari daftar indeks tersebut.
Di sisi lain, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beserta saham ANTM juga dipicu oleh berkembangnya rumor mengenai regulasi ekspor. Isu mengenai penerapan kebijakan ekspor satu pintu lewat entitas negara menimbulkan kekhawatiran baru di pasar modal.
Spekulasi ini memicu kecemasan investor terkait potensi adanya kontrol harga serta pemangkasan margin bagi para eksportir. Alhasil, sentimen negatif tersebut secara langsung menekan kinerja saham-saham di sektor komoditas.