PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) secara resmi menyetujui pendistribusian dividen senilai US$450 juta dari keuntungan tahun buku 2025. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta.
Seperti dilansir dari Investortrust, nilai dividen yang dialokasikan tersebut setara dengan sekitar 59,2% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan.
Direktur Utama AADI, Julius Aslan mengatakan, pada tahun buku 2025, AADI membukukan laba bersih sebesar US$849,185 juta. Dari jumlah tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tercatat sebesar US$760,179 juta.
Dari total modal dividen sebesar US$450 juta yang telah disepakati oleh para pemegang saham, senilai US$250 juta di antaranya sudah dikucurkan terlebih dahulu sebagai dividen tunai interim pada November 2025. Sisa dana sejumlah US$200 juta akan disalurkan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.
Selain kebijakan pembagian dividen, agenda RUPS juga menyepakati pengalokasian dana cadangan wajib sebesar US$10 juta. Langkah ini diambil sesuai dengan mandat Pasal 70 dan Pasal 71 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang telah disesuaikan melalui regulasi Cipta Kerja.
Sisa perolehan laba bersih sebesar US$300,179 juta akan dimasukkan ke dalam saldo laba perseroan. Dana ini ditujukan untuk memperkokoh struktur permodalan sekaligus menyokong agenda pengembangan usaha di masa mendatang.
Pada kesempatan RUPS yang sama, pihak manajemen turut memaparkan laporan realisasi pemanfaatan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). AADI sebelumnya melepas sebanyak 778,689 juta saham dengan tanggal efektif pada 26 November 2024 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 5 Deseber 2024.
Total perolehan dana bersih dari aksi IPO tersebut mencapai Rp4,270 triliun setelah dikurangi seluruh biaya emisi. Manajemen memaparkan bahwa seluruh dana tersebut telah direalisasikan secara penuh untuk mendukung anak usaha dan menyelesaikan kewajiban utang.
Secara rinci, dana tersebut disalurkan sebagai pinjaman kepada anak usaha, PT Maritim Barito Perkasa, sebesar Rp1,588 triliun untuk memperkuat kegiatan investasi dan operasional. Selanjutnya, dana digunakan untuk pembayaran kembali sebagian pinjaman kepada PT Adaro Indonesia sebesar Rp635,520 miliar dan PT AlamTri Resources Indonesia Tbk sebesar Rp2,046 triliun.
Pihak manajemen AADI menegaskan bahwa penentuan porsi dividen serta pengelolaan laba ini tetap mengedepankan keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan pemenuhan kebutuhan pendanaan ekspansi, di tengah proyeksi bisnis batu bara yang dinilai masih positif.