Upaya meningkatkan minat baca dan literasi dasar bagi generasi muda terus dilakukan di tengah gempuran konten digital yang masif. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyediaan fasilitas ruang baca yang nyaman bagi siswa di tingkat sekolah dasar.
Dilansir dari Suara, RupiahCepat meresmikan fasilitas pojok baca di SD Muhammadiyah Worawari yang berlokasi di Kulon Progo, Yogyakarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari program sosial bertajuk GROW with RupiahCepat untuk mendekatkan buku kepada anak-anak.
Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan kemampuan membaca pelajar Indonesia berada di posisi ke-63 dari 81 negara. Kondisi ini mempertegas pentingnya ruang belajar yang hangat untuk memicu rasa ingin tahu siswa sejak dini.
Fasilitas ini melibatkan sebanyak 49 siswa dan 13 guru dalam pemanfaatannya di lingkungan sekolah. Kehadiran rak buku dan beragam materi bacaan anak bertujuan untuk membentuk kebiasaan membaca sekaligus memperluas cakrawala berpikir para murid.
Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Anna Maria Chosani, menjelaskan bahwa penanaman kebiasaan membaca merupakan fondasi utama untuk menciptakan generasi yang cerdas secara logika.
"Kami percaya bahwa membangun kebiasaan membaca sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih kritis dan mampu memahami berbagai informasi dengan baik," ujar Anna.
Anna menambahkan bahwa keberadaan pojok baca bukan sekadar pelengkap fasilitas sekolah. Baginya, sudut buku tersebut berfungsi sebagai ruang yang dapat merangsang ketertarikan anak terhadap berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Kepala SD Muhammadiyah Worawari, Sri Pujilestari, memberikan apresiasi tinggi terhadap bantuan sarana literasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa program ini mempermudah siswa dalam mengakses beragam informasi bermanfaat secara langsung di sekolah.
"Pojok baca ini sangat bermanfaat bagi siswa kami dalam meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan," kata Sri.
Selain penyediaan koleksi buku, program ini juga membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai manajemen finansial. Sesi edukasi interaktif diberikan untuk mengenalkan prinsip menabung dan kemampuan membedakan antara kebutuhan dengan keinginan pribadi.
Proses penyampaian materi keuangan dilakukan melalui metode yang fleksibel, seperti penggunaan video edukasi, permainan kelompok, serta diskusi ringan. Pendekatan ini dipilih agar konsep pengelolaan uang yang sederhana dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak.
Inisiatif pojok baca ini diharapkan bertransformasi menjadi ruang tumbuh yang dinamis bagi para siswa. Melalui akses literasi yang lebih baik, anak-anak didorong untuk berani bertanya dan membangun karakter positif demi masa depan mereka.