Rupiah Tekan IHSG ke Level 6.905 pada Mei 2026

Rupiah Tekan IHSG ke Level 6.905 pada Mei 2026
Foto: Ilustrasi Rupiah Tekan IHSG ke Level 6.905 pada Mei 2026.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 0,92 persen ke posisi 6.905,62 pada Senin (11/5/2026) akibat tekanan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menilai kondisi tersebut menjadi faktor utama pelemahan dibandingkan sentimen penyesuaian indeks MSCI yang dijadwalkan terbit esok hari.

Dilansir dari Suara, indeks komposit terpantau melemah 63,78 poin pada akhir perdagangan setelah sebelumnya dibuka pada level 6.920,118. Penurunan ini sejalan dengan nilai tukar rupiah yang terkontraksi 32 poin ke angka Rp17.414 per dolar AS, dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Iran menolak proposal perdamaian Amerika Serikat.

Pandu Sjahrir memberikan penegasan bahwa volatilitas pasar saat ini lebih mencerminkan dinamika mata uang daripada sekadar pergantian konstituen indeks internasional. Ia menyebut fluktuasi hari ini sangat bergantung pada posisi rupiah di pasar global.

"Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI (Morgan Stanley Capital International) saja, (pergerakan IHSG) hari ini, lebih banyak faktor rupiah dan lain-lain," kata Pandu Sjahrir, CIO Danantara.

Meski terdapat tekanan eksternal, pihak Danantara menyatakan tetap optimis melihat fundamental pasar modal domestik yang didukung oleh reformasi bursa. Pandu menilai seluruh kriteria evaluasi indeks seharusnya sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar secara bertahap.

"Ya kita tunggu saja besok. Seharusnya semua (syarat dan catatan MSCI) sudah dimasukkan juga. Saya sudah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan," ungkap Pandu Sjahrir, CIO Danantara.

Pandu menambahkan bahwa implementasi kebijakan otoritas bursa terus menunjukkan tren positif dalam memperkuat struktur pasar keuangan nasional. Ia meyakini hasil evaluasi indeks yang akan diumumkan pada 12 Mei 2026 akan memberikan dampak baik bagi investor.

"Insyaallah besok (hasil pengumuman) baik," ujar Pandu Sjahrir, CIO Danantara.

Data perdagangan menunjukkan sektor pertambangan menjadi salah satu pemberat indeks seiring berlakunya kebijakan royalti terbaru. Penurunan IHSG sesi pagi tercatat mencapai 0,71 persen sebelum akhirnya merosot lebih dalam pada penutupan perdagangan sore hari.

Artikel terkait

Rekomendasi