Rupiah Ambles Tembus Rp 17.800 per Dolar AS 27 Mei 2026

Rupiah Ambles Tembus Rp 17.800 per Dolar AS 27 Mei 2026
Foto: Ilustrasi Rupiah Ambles Tembus Rp 17.800 per Dolar AS 27 Mei 2026.

Nilai tukar rupiah terpantau jatuh dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026. Pelemahan ini mendorong mata uang garuda menembus level Rp 17.800 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai mata uang rupiah dibuka merosot sebesar 37,50 poin atau 0,21 persen ke level tersebut. Di sisi lain, indeks dolar AS terlihat mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen ke level 99.136.

Dikutip dari Investor Daily, pergerakan rupiah ambles saat mata uang yen Jepang berfluktuasi mendekati level terendah pada bulan Mei. Kondisi yen tersebut mendekati level yang memicu intervensi dalam beberapa pekan terakhir karena para pedagang mempertimbangkan risiko munculnya kembali konflik di Iran.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dinilai memiliki prospek solid yang sejalan dengan agenda transisi energi. Saham BREN yang baru saja keluar dari indeks MSCI Global Standard dianggap masih berpeluang menguat menuju target harga tinggi.

Riset Henan Putihrai Sekuritas (HPS) menunjukkan bahwa BREN mempunyai aset berkualitas yang ditopang oleh kontrak jangka panjang dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kerja sama ini diproyeksikan akan menopang pertumbuhan kuat laba bersih perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

HPS menyematkan rekomendasi buy untuk saham BREN dengan target harga yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 63 persen, merujuk pada harga saat riset dibuat. Dalam periode setahun terakhir, saham BREN bergerak di rentang Rp 2.380 sampai Rp 10.725, sedangkan harga terakhir berada di posisi Rp 2.640.

Perkembangan Harga Emas Perhiasan dan Global

Harga emas perhiasan terpantau kompak bertahan di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas pada Rabu pagi, 27 Mei 2026. Calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan terus memantau pergerakan harga yang dinamis ini demi mengambil keputusan terbaik saat membeli atau menjual.

Sementara itu, harga emas dunia rontok lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Komoditas ini tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah serangan militer terbaru Amerika Serikat ke Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi global.

Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff menyatakan bahwa pasar obligasi mulai memperkirakan langkah kebijakan bank sentral AS selanjutnya.

"Pasar obligasi mulai memperkirakan langkah The Fed berikutnya justru berupa kenaikan suku bunga." kata Jim Wyckoff.

Tekanan terhadap emas domestik dan global semakin besar setelah Kevin Warsh resmi dilantik menjadi Ketua The Fed pada Jumat, 22 Mei 2026. Pelaku pasar saat ini semakin yakin bahwa bank sentral AS tersebut akan kembali memperketat kebijakan moneter mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi