PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA melaporkan kerugian senilai Rp 483,80 miliar yang bersumber dari kepemilikan saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selama periode Januari hingga Maret 2026.
Dikutip dari Kompas, performa finansial negatif ini tercantum dalam laporan keuangan Kuartal I-2026 yang telah dirilis secara resmi oleh perusahaan konstruksi pelat merah tersebut melalui laman resminya.
Keterlibatan WIKA dalam konsorsium pemegang saham Whoosh atau Kereta Cepat Jakarta Bandung terus memberikan tekanan pada neraca keuangan perusahaan. WIKA saat ini menguasai 33,36 persen saham di PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI).
PT PSBI merupakan entitas pemegang saham mayoritas pada PT KCIC. Sebagai salah satu BUMN yang menerima penugasan negara, WIKA memiliki peran ganda sebagai pemegang saham sekaligus kontraktor pelaksana proyek transportasi modern tersebut.
Beban finansial yang ditanggung WIKA dari proyek ini bukan merupakan fenomena baru. Mengacu pada laporan tahunan 2025, perusahaan mencatatkan kontribusi kerugian sebesar Rp 1,66 triliun sesuai porsi saham di PT PSBI.
Kondisi serupa juga terjadi pada tahun sebelumnya. Pada 2024, bagian kerugian yang harus dipikul oleh WIKA melalui investasinya di PT PSBI menyentuh angka Rp 1,57 triliun.
Meskipun nilainya signifikan, angka kerugian yang dialami WIKA dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan beban yang ditanggung oleh PT KAI (Persero).
Struktur Kepemilikan Saham Konsorsium
PT KAI memegang peran sebagai pemimpin konsorsium sekaligus pemilik porsi saham terbesar di PT PSBI. Hal ini membuat dampak kerugian yang dialami KAI secara nominal menjadi yang paling tinggi di antara anggota konsorsium lainnya.
Berdasarkan struktur modal di PSBI, PT KAI menguasai saham mayoritas sebesar 58,53 persen. Posisi kedua ditempati oleh WIKA dengan kepemilikan 33,36 persen saham.
Selain dua entitas tersebut, kepemilikan saham PSBI juga melibatkan PT Jasa Marga dengan porsi sebesar 7,08 persen. Sementara itu, PTPN VIII memegang porsi saham terkecil yaitu 1,03 persen.