Rugi Bersih Waskita Beton Precast Membengkak Kuartal I-2025

Rugi Bersih Waskita Beton Precast Membengkak Kuartal I-2025
Foto: Ilustrasi Rugi Bersih Waskita Beton Precast Membengkak Kuartal I-2025.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan peningkatan rugi periode berjalan menjadi Rp 144,70 miliar pada kuartal I-2025. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Investortrust, angka tersebut membengkak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 87,40 miliar.

Lonjakan juga terjadi pada rugi sebelum beban keuangan dan pajak hingga kuartal I-2026. Nilai rugi tersebut melesat menjadi Rp 67,36 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 19,78 billion.

Meski rugi membengkak, perusahaan sebenarnya membukukan kenaikan tipis pada pendapatan usaha. Pendapatan perseroan tumbuh menjadi Rp 395,10 miliar dari periode yang sama tahun lalu yang bernilai Rp 394,70 miliar.

Tiga lini bisnis utama menjadi penopang utama pendapatan tersebut. Sektor-sektor itu meliputi produk beton precast, beton readymix dan quarry, serta sektor jasa konstruksi.

Segmen jasa konstruksi memegang porsi terbesar dengan menyumbang Rp 155,46 miliar atau sekitar 39,35%. Lini beton precast menyusul di posisi kedua dengan kontribusi sebesar Rp 142,86 miliar atau sekitar 36,16%.

Sementara itu, segmen beton readymix dan quarry menghasilkan Rp 96,77 miliar atau 24,49% dari total pendapatan. Melalui capaian-capaian tersebut, WSBP mencatatkan laba kotor sebesar Rp 49,39 miliar.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto menjelaskan mengenai langkah operasional perusahaan. Langkah ini difokuskan pada penghematan di berbagai lini usaha.

ÔÇ£WSBP terus menjaga kinerja operasional yang optimal melalui penerapan efisiensi secara konsisten di seluruh lini usaha,ÔÇØ ujar Fandy dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Aktivitas pengerjaan sejumlah proyek strategis nasional turut mendorong pendapatan emiten ini. Proyek tersebut mencakup pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura TA 2025 dan Jalan Tol PalembangÔÇôBetung Seksi 1 dan 2.

Selain itu, terdapat pula proyek Marunda Expansion Phase 3. Pengerjaan lainnya yang ikut berkontribusi adalah Jalan Tol ProbolinggoÔÇôBanyuwangi Paket 3.

Terkait langkah penghematan, manajemen berhasil memangkas beban penjualan sebesar Rp 23,44 miliar, atau turun 20,99% secara tahunan. Beban umum dan administrasi juga mengalami penurunan sebesar Rp 82,73 miliar atau menyusut 22,34% secara tahunan.

Manajemen WSBP berkomitmen mempertahankan tingkat produktivitas melalui portofolio proyek berjalan serta optimalisasi aset. Langkah ini ditujukan untuk memberi nilai tambah bagi pembangunan infrastruktur nasional.

Strategi ke depan akan diarahkan pada peningkatan produktivitas serta optimalisasi seluruh aset produksi. Perseroan juga menargetkan penyelesaian proyek secara tepat waktu dengan kualitas yang terjaga.

Guna menjaga keberlanjutan usaha, pihak perusahaan memastikan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). WSBP juga bakal menerapkan manajemen risiko yang terukur dalam setiap aktivitas operasionalnya.

Artikel terkait

Rekomendasi